MANOKWARI – Pemerintah kabupaten Manokwari melalui Dinas Kesehatan, mengimbau masyarakat khususnya orang tua untuk membawa anak-anak usia 0-7 tahun untuk mendapatkan imunisasi polio.
Hal ini terkait dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada tahun 2024.
Marthen menjelaskan bahwa pada tahun 2022, tiga kasus polio baru ditemukan di wilayah Papua, sehingga Kementerian Kesehatan RI memutuskan untuk melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) secara serentak. Tahap pertama dilakukan di wikayah Papua yang dimulai secara serentak pada 27 Mei 2024, dan di Papua Barat secara resmi dilaunching oleh Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, di Puskesmas Sowi 4, Manokwari.
Di Manokwari, target imunisasi polio mencakup sekitar 27.747 anak berusia 0 hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari. Anak-anak yang belum berusia 8 tahun tetap termasuk dalam sasaran imunisasi. Marthen menekankan bahwa imunisasi ini dapat diperoleh di posyandu, puskesmas, pustu, satuan pendidikan TK dan SD, kelompok bermain, serta tempat penitipan anak.
“Walaupun di Papua Barat belum ditemukan kasus polio, satu-satunya cara pencegahan adalah melalui imunisasi,” ujar Marthen Rantetampang.
Marthen Rantetampang mengajak para orang tua untuk aktif membawa anak-anak mereka ke pos pelayanan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Anak-anak akan mendapatkan total 8 tetes vaksin polio selama pekan imunisasi, dengan 2 tetes pada tahap pertama, 2 tetes pada tahap kedua, dan 2 tetes masing-masing pada bulan Agustus dan September.
Program imunisasi dimulai pada 27 Mei dan berlangsung selama 7 hari, ditambah 5 hari untuk sweeping anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Tahapan serupa juga akan dilakukan pada bulan Agustus dan September untuk memastikan seluruh anak mendapatkan haknya dan terhindar dari polio.
Diharapkan, dengan partisipasi aktif masyarakat, upaya pencegahan polio di Papua Barat dapat berjalan lancar dan efektif.






















