MANOKWARI – Bupati Manokwari melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional III Provinsi Papua Barat yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 27 hingga 1 November mendatang. Bupati yakin Papua Barat dapat memberi hasil terbaik bahkan peroleh banyak emas, Rabu (18/10/2023).
Dari 13 mata lomba, Kontingen Papua Barat mengikuti 10 mata lomba yaitu, Paduan suara remaja Gregorian, paduan suara OMK Campuran, paduan suara Dewasa Campuran, Mazmur anak, Mazmur remaja, Mazmur OMK, Mazmur Dewasa, Tutur Kitab Suci, CCR anak, dan CCR remaja.
Dalam sambutan Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan dukungannya kepada kontingen dari Papua Barat yang mengikuti lomba di Pesparani Katolik tingkat nasional. Dirinya optimis bahwa Papua Barat akan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada semua kontingen seluruh peserta asal Provinsi Papua Barat dan seluruh kabupaten kota termasuk Kabupaten Manokwari yang akan siap berangkat dan mengikuti pesparani tingkat nasional yang ketiga tahun 2023. Kita percaya semuanya Tuhan akan memberkati kita dalam semua yang diperjuangkan di Jakarta”, ungkapnya.
Dikatakannya pula, kehadiran Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat di tanah Papua ini harus tetap menunjukkan eksistensinya dalam semua aspek pembangunan termasuk mengikuti seluruh kegiatan yang bersifat nasional maupun internasional.
Dirinya meminta agar seluruh peserta dapat menggunakan kesempatan yang diberikan sebaik mungkin, dan untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman juga kapasitas diri.
“Kesempatan ini dipergunakan dengan baik untuk tingkatkan kapasitas, tingkatkan pengetahuan, keterampilan dan pasti pengalamannya, bertambah pengetahuannya juga”, imbuh Bupati.

Ketua Umum LP3KD Provinsi Papua Barat Robert Hammar menjelaskan bahwa dalam pemilihan peserta, Papua Barat tidak melakukan seleksi, namun yang akan berlomba merupakan para peserta sudah sering mengikuti paduan suara bahkan Pesparani tahun lalu di Kupang.
Dijelaskannya pula bahwa sebagian besar peserta lomba paduan suara yang mengikuti perlombaan berasal dari Manokwari sehingga diperkenankan Bupati yang melepas kontingan.
“Bupati yang melepaskan karena sebagian besar peserta berasal dari Kabupaten Manokwari. Sehingga dasar itulah diminta persediaan Bupati tidak hanya melepas Kabupaten tapi sekaligus sebagai simbol melepas pentingnya Provinsi Papua Barat untuk mengikuti kegiatan”, ucap Hammar.
Sebelumnya Bupati hadir langsung menyaksikan jalannya Latihan, dimana dari situ sudah punya peningkatan yang cukup signifikan dan tinggal beberapa minggu kedepan waktu tersisa yang mengharuskan setiap peserta lebih konsisten.
“Pemerintahan Kabupaten Manokwari sudah memberikan perhatian dan dorongan yang luar biasa kepada tim dari kabupaten Manokwari. Itu sebuah modal besar, spirit kepada semua peserta yang akan berlomba”, tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Luksen Jems Mayor mengatakan bahwa dengan keikutsertaan Papua Barat dalam segala event keagaman, menunjukan toleransi beragama yang tinggi di daerah.
“Kita percaya bahwa kontribusi-kontribusi kabupaten kota ini memberi dampak termasuk dukungan even keagamaan salah satu indikator yang menunjukkan bahwa Provinsi Papua Barat itu ada pada rata-rata nasional toleransi umat beragama di Indonesia”, katanya.

Dirinya turut menyampaikan, bahwa di tahun 2025 akan di adakan Pesparawi tingkat Nasional di Manokwari sehingga dirinya turut meminta dukungan untuk mensukseskan kegiatan besar itu nantinya. (ACM_2)






















