MANOKWARI SELATAN– Musyawarah Daerah (Musda) Adat IV Suku Besar Arfak Provinsi Papua Barat tahun 2023 dibuka langsung oleh Pj. Gubernur bersama seluruh Bupati se- Papua Barat yang diselenggarakan di Ransiki, Rabu (23/8/2023). Tujuan utama dalam Musda ini guna membentuk kepengurusan Dewan Adat Suku, Suku Besar Arfak dari tingkat provinsi hingga kabupaten.
Musda Suku Besar Arfak ini di hadiri PJ. Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari Selatan, Manokwari, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, serta dihadiri Kajati Papua Barat, Irwasda Polda Papua Barat, Danrindam XVIII Kasuari, Ketua DPR Papua Barat, unsur Forkopimda dan OPD lingkup Provinsi maupun Kabupaten. Musda ini mengusung tema “Bersatu Kita Menjaga Eksistensi Kemandirian Suku Besar Arfak di Provinsi Papua Barat”.
Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengungkapkan, ini merupakan sebuah forum penting untuk menjelaskan mekanisme organisasi dalam rangka evaluasi, juga menyusun program yang akan datang. Ia menyatakan pemerintah menyambut baik Mubes sebagai bentuk menjaga tatanan adat dan budaya serta eksistensi kemandirian suku Arfak.

Lanjutnya, juga sebagai sarana evaluasi diri, konsolidasi pembangunan, rekonsiliasi dan interaksi sosial, wahana komunikasi khususnya melahirkan program yang tetap memperhatikan serta pertahankan budaya. Selain itu dirinya mengajak Suku Besar Arfak bersama mendukung program pemerintah demi tercapainya kesejahteraan.
“Saya pikir kita semua ada di wilayah suku Arfak yang merupakan salah satu suku terluas dari 255 suku di tanah Papua, berada tepat di kepala burung tanah Papua. Semoga dalam Mubes Adat Suku Besar Arfak dapat menghasilkan ide dan gagasan baru bersama pemerintah bangun Papua Barat yang kita cinta,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Bupati Manokwari Selatan Markus Waran juga selaku Ketua Panitia meminta arahan dari Kepala Suku Besar Arfak agar memberi masukan juga tuntunan dalam berjalannya Musda. Dirinya juga berharap, Suku Arfak tetap solid sehingga suku besar Arfak tetap melangkah sesuai historis yang sudah ada sehingga tidak musdah dipecah belah.

“kami meminta arahan dari ketua dewan adat dalam mubes yang akan dilaksanakan ini terutama dalam penyusunan struktur. Selamat melaksanakan Musyawarah, melalui kegiatan ini kita tetap solid dan berjalan sesuai historis agar tidak mudah di pecah-pecahkan”, katanya.
Bupati Manokwari Hermus Indou menuturkan bahwa musyawarah ini dapat dijadikan ajang silaturahmi internal juga berkonsolidasi dalam aspek pembangunan daerah.
“Marilah kita jadikan musyawarah suku besar Arfak ini sebagai wahana silaturahmi untuk membangun dan merajut kebersamaan juga persatuan suku Arfak secara internal sosial dengan suku lainnya di tanah Papua”, tuturnya.

“Mari kita tata diri secara internal baik dalam aspek pembangunan, dalam adat, budaya juga menjadi konsolidasi politik dengan tetap menjaga integritas sosial dan negara”, tambah Bupati Hermus.
Musyawarah Daerah Adat IV suku besar Arfak Provinsi Papua Barat tahun 2023 ini akan berlangsung selama 2 hari (23-24 Agustus) dan diikuti 270 peserta. Perlu diketahui Suku Arfak terbagi dalam sub-sub suku diantaranya Hattam, Moiley, Sough Bohon, Meiyah, Moskona, Mpur dan suku Karon, yang masing-masing memiliki wilayah tersendiri. (ACM_2)























