MANOKWARI – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Manokwari, Wiwik Hariawan, menjelaskan bahwa kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial kembali diadakan. Kali ini kegiatan fokus pada merajut noken bagi mama-mama Papua dari tanggal 6 hingga 8 Agustus 2024.
“Inovasi ini merupakan upaya kami untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan di perpustakaan,” Katanya.
Ia menambahkan bahwa perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak hanya menyelenggarakan pelatihan merajut noken, tetapi juga kursus bahasa Inggris dan komputer, serta kegiatan calistung (membaca, menulis, dan berhitung).
“Kami berharap kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi peserta, baik dalam peningkatan pengetahuan maupun pendapatan ekonomi keluarga,” Katanya.
Selain merajut noken, peserta juga diberikan pelatihan merajut gantungan kunci dan variasi rajutan lainnya. Tujuannya agar mereka terus berinovasi dengan berbagai bentuk rajutan sehingga masyarakat tertarik untuk membeli hasil karya mereka.
Hasil akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan dan ekonomi keluarga. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang khusus dipilih dari mama-mama Papua, sesuai dengan sumber dana yang berasal dari dana otonomi khusus (otsus).
“Kegiatan ini sudah pernah dilakukan pada tahun 2021 dengan 15 peserta, dan berhasil menghasilkan salah satu pelaku UMKM, yaitu ibu Delila Marisan, yang kini menjadi salah satu pengajar bersama ibu Nurjanah Minarni,” Ujar Wiwik lagi.
Ia berharap kehadiran perpustakaan tidak hanya bermanfaat dalam hal peningkatan ilmu pengetahuan tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat. Terutama dalam peningkatan pendapatan ekonomi keluarga. (ACM)






















