Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

MANOKWARI · 7 Agu 2024 10:16 WIT

Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Perempuan Manokwari Hasilkan Produk UMKM


 Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Lapas Perempuan Manokwari Hasilkan Produk UMKM Perbesar

MANOKWARI – Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela mengatakan di dalam lapas perempuan terdapat program pembinaan kemandirian yang dilakukan untuk membekali warga binaan pemasyarakatan seperti membuat noken, merajut, membatik dan membuat kue.

Dalam pembinaan kemandirian warga pemasyarakatan Lapas kelas III Manokwari yang berjumlah 56 orang, tidak hanya mengandalkan keahlian dari petugas lapas untuk memberikan pelatihan tetapi adapula warga binaan yang sudah memiliki bakat membuat noken sehingga bisa mengajari sesama warga binaan. Namun lain hal nya dengan membatik yang belum diketahui oleh warga binaan sehingga petugas Lapas yang dibekali pelatihan dan selanjutnya mengajarkan cara membatik kepada warga binaan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Lince Bela.

“ Kalau pembuatan noken kebanyakan warga binaan sudah memiliki bakat itu jadi tinggal melanjutkan saja, tetapi untuk membatik ini semua belum bisa sehingga petugas yang dilatih baru selanjutnya petugas mengajarkan kepada warga binaan,” jelas Lince.

“Pembinaan kemandirian ini merupakan visi misi pemasyarakatan,sehingga nantinya saat mereka bebas sudah punya bekal untuk menghidupkan ekonomi mereka,” tambahnya.

Dikatakan Lince, pemilihan kerajinan membatik dikarenakan Manokwari memiliki potensi yang besar kedepannya, sehingga diharapkan dengan pembinaan tersebut dapat menjadi bekal dan berkreasi menghidupkan ekonomi warga binaan pemasyarakatn setelah dinyatakan bebas dan kembali ke masyarakat.

Produk UMKM Warga Binaan Lapas Perempuan yang Dipamerkan Dalam Rangka Hari Pengayoman ke-79.

Terkait pemasaran produk warga binaan masih dilakukan secara online di media sosial, dan juga pada saat pameran UMKM.

“ Sejauhi ini pemasarannya melalui online di media sosial dan juga dari mulut ke mulut di kalangan pegawai Lapas baru keluar, dan kue lontar jadi produk yang sering diorder,” ucapnya.

Sementara itu, hasil dari penjualan produk warga binaan, diatur sesuai SOP yang berlaku dimana 35 % untuk setor negara atau PNBP dan 35 % untuk upah warga binaan,sedangkan sisanya untuk modal. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sambut Kepulangan 83 Jemaah Haji Manokwari, Wabup Mugiyono Pesan Harus Jadi Teladan Bagi Masyarakat

18 Agustus 2026 - 15:32 WIT

Paskibraka Manokwari Sukses Tuntaskan Penurunan Bendera, Upacara Aubade Berlangsung Hikmat

17 Agustus 2026 - 21:18 WIT

Pejuang Trikora Minta Pemerintah Perhatikan Jasa Pejuang dan Pesan Agar Generasi Muda Teruskan Perjuangan

17 Agustus 2026 - 21:08 WIT

Kapolres Manokwari Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan dan Jaga Kondusivitas

17 Agustus 2026 - 21:02 WIT

Dandim 1801/Manokwari Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Semangat Kemerdekaan

17 Agustus 2026 - 21:00 WIT

Wakil Bupati Mugiyono Apresiasi Paskibraka Manokwari: Tampil Sempurna dan Disiplin Saat Pengibaran Bendera

17 Agustus 2026 - 12:56 WIT

Trending di MANOKWARI