MANOKWARI – Polres Manokwari belum menemukan titik terang dalam mengungkap dugaan pembunuhan mayat perempuan berinisial AS (20) pekan lalu, di tempat pembuangan akhir (TPA) Arfai Manokwari. Minimnya barang bukti menjadi kendala.
Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengakui upaya yang sudah dilakukan belum membuahkan hasil, pasalnya bukti seperti kamera pengawas (CCTV) sangat minim dan keterangan dari para saksi yang belum dapat disimpulkan.
“Selain sedikitnya CCTV, kita hanya mendapatkan 1 kamera pengawas namun minim pencahayaan yang bisa menunjukan kearah pembuktian. Sejauh ini sudah 13 saksi yang diperiksa diantaranya suami, ibu dan saudara-saudara korban,” sebutnya.
Hasil visum yang diterima dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari sudah keluar, dimana hasil visum tersebut, merupakan tanda-tanda kekerasan pada bagian kepala dan wajah.
“Hasil visum sudah keluar, memang ditemukan tanda-tanda kekerasan khususnya di area kepala dan wajah. Kekerasan diakibatkan dari benda tumpul, data yang juga ditemui di TKP juga batang pohon,” jelasnya.
Pihaknya kini telah membawa beberapa barang bukti salah satunya batu dengan bercak darah untuk dilakukan uji forensik di Jakarta guna bisa mengungkap penemuan mayat tersebut. (ACM_2)






















