Menu

Mode Gelap
37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari

HUKUM & KRIMINAL · 3 Apr 2023 13:43 WIT

Polisi Periksa 13 Saksi Guna Mengungkap Penyebab Kematian Ratnasari


 Polisi Periksa 13 Saksi Guna Mengungkap Penyebab Kematian Ratnasari Perbesar

MANOKWARI – Polisi masih terus mendalami kasus kematian Ratnasari (29) yang ditemukan mengapung di Pantai Maruni, Rabu (29/3/2023) lalu. Kematian wanita yang tengah hamil 8 bulan ini, masih menyisakan tanda tanya.

Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Nirwan Fakaubun yang dikonfirmasi wartawan mengatakan hingga kini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi, dimana 5 diantaranya merupakan orang terdekat korban selama di Manokwari.

” Kemarin sudah periksa 8 saksi dan tambah lagi 5 orang saksi yang intens berkomunikasi dengan korban selama tinggal di Manokwari,” ungkap Nirwan di ruang kerjanya, Senin (3/4/2023).

Selain itu, pihaknya juga tengah menyelidiki aktivitas terakhir korban, sebelum ditemukan mengapung di Pantai Maruni.

Dikatakan Kasat Reskrim, berdasarkan keterangan saksi-saksi termasuk pemilik wisma di Perum 55 Maruni, sebelum kejadian tersebut korban tidak menampakan tanda-tanda sedang mengalami masalah ataupun depresi. Korban sendiri diketahui datang ke Manokwari dari Jakarta sudah dalam keadaan hamil dan tinggal di Perum 55 Maruni kurang lebih selama 6 bulan.

” Dari keterangan saksi-saksi korban tidak alami depresi atau ada masalah, cuma panik-panik. Tapi selama 6 bulan tinggal disana aman dan lancar sehingga mereka kaget juga dengan kejadian itu,” jelas Fakaubun 

Sementara itu penyebab kematian, dugaan sementara akibat kekurangan oksigen saat tenggelam dilaut. Pihak keluarga korban yang berada di Subang, Jawa Barat menolak untuk dilakukan otopsi jenazah, sehingga hanya dilakukan visum. Dari hasil visum juga diketahui terdapat luka-luka lebam di tubuh korban.

Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap fakta-fakta serta urutan kronologi hingga penyebab kematian dan menemukan barang bukti.

” Barang bukti masih belum ditemukan, dan masih kami dalami” pungkasnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 288 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Polda Papua Barat Kembali Amankan 19 Tersangka Tambang Ilegal Wariori

5 Agustus 2025 - 22:43 WIT

Diduga Terlilit Judol, Anggota Brimob Polda PB Nekat Curi Emas

23 Juli 2025 - 08:06 WIT

Penertiban Penambang Emas Ilegal Terus Berlanjut, Puluhan Tersangka Diamankan dan Jalani Persidangan

23 Juli 2025 - 07:26 WIT

2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari

14 Juli 2025 - 18:52 WIT

Tiga Pelaku Jaringan Curanmor Berhasil Diringkus Ditkrimum Polda Papua Barat

13 Mei 2025 - 11:34 WIT

Polda Papua Barat Berhasil Ungkap 2 Kasus Tindak Pidana Tambang Ilegal

17 Februari 2025 - 13:36 WIT

Trending di HUKUM & KRIMINAL