MANOKWARI – Polres Manokwari menggelar press release laka lantas tunggal yang terjadi di km.10 tanjakan panjang jalan trans Manokwari-Pegaf, Rabu(13/4/2022) dini hari dan menyebabkan 18 orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya luka-luka.
Kapolres Manokwari AKBP. Parasian Herman Gultom dalam keterangan mengatakan laka tunggal yang terjadi di dekat Kampung Duwebey Distrik Warmare itu melibatkan 1 mobil dum truck dengan nomor polisi PB 8374 MC, yang hilang kendali dan keluar dari jalur jalan dengan menabrak tebing, diakibatkan oleh kondisi jalan yang menurun serta tikungan tajam dan kondisi ban mobil yang tidak layak jalan. Truk tersebut juga membawa muatan orang sebanyak 34 orang dan material kayu besi campur serta 1 unit sepeda motor.
“ Jadi dapat kami update terkait jumlah orang yang awalnya diketahui hanya 29 orang, ternyata berjumlah 34 orang, karena ada 5 orang yang menderita luka ringan mereka langsung menuju ke rumah sakit terdekat di Prafi dan RSUD” terang Kapolres.
Lanjut Kapolres merincikan korban meninggal awalnya berjumlah 16 orang, namun bertambah 2 orang lagi setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit sehingga total korban meninggal dunia menjadi 18 orang, terdiri dari 16 laki-laki, 1 perempuan dan 1 balita. Kemudian luka berat berjumlah 10 orang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 1 perempuan, dan luka ringan 6 orang.
“ Korban yang selamat saat ini mendapat perawatan dari tim medis di RSAL 5 orang, kemudian RS. Pratama Warmare 5 orang dimana 2 orang sudah dipulangkan , sedangkan RSU Provinsi ada 2 orang dan rawat jalan 4 orang” jelasnya.
Sementara kronologis kejadian diketahui Truk melaju dari arah Minyambauw hendak menuju ke Warmare dengan membawa muatan 34 orang, kayu besi campur sekitar 103 batang, 1 rangkaian plat besi cor, 1 unit motor, 1 unit senso kayu dan barang pribadi penumpang. Kemudian kendaraan tersebut sesampainya di turunan kilometer 10, setelah melewati Kampung Duwebey, karena pengemudi kurang berhati-hati saat jalan menurun terlebih dengan muatan yang over kapasitas ditambah dengan kondisi ban belakang yang gundul, sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan mobil dan langsung meluncur menabrak bagian kiri tebing gunung sehingga mengakibatkan 31 penumpang yang berada di bak belakang terpental, dan 13 diantaranya meninggal di tempat.
“ Kesimpulan sementara saat ini, kecelakaan tersebut disebabkan karena kondisi ban kiri jalan tidak laik jalan atau gundul sehingga mempengaruhi proses pengereman mobil. Kemudian dari kondisi awal diketahui memuat beban yang berlebihan atau overload, dan tidak pada peruntukan mengankut manusia. Selain itu akibat sopir yang tidak cakap mengemudi sehingga lepas kendali atau out of control dan nantinya secara teknis akan didalami. Sopir juga diketahui tidak memiliki SIM B1 umum untuk mengemudikan truk” ujar Kapolres.
Akibat kecelakan tersebut, kerugian materil ditaksir mencapai 250 juta rupiah. (ACM_3)






















