MANOKWARI – Bupati Manokwari Hermus Indou turut membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Papua Barat bersama dengan Penjabat Gubernur, dan menyambut baik lomba keagamaan dimana Manokwari menjadi tuan rumah.
Kegiatan MTQ tingkat Provinsi Papua Barat yang dilaksanakan di Aula Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) secara resmi dibuka dengan ditandai pemukulan bedug oleh PJ. Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari didampingi seluruh Pemimpin daerah tingkat Kabupaten se+Papua Barat dan unsur Forkopimda, Senin (1/7/2024) malam.
Bupati Manokwari Hermus Indou menyambut para peserta dari seluruh kabupaten di provinsi Papua Barat, dengan harapan membawa berkah untuk kabupaten Manokwari.

“Selamat datang kepada seluruh peserta kafilah di kota Manokwari.Keberadaan dan kehadiran umat menjadi berkah bagi kabupaten Manokwari”, tuturnya.
Pemda Manokwari berterima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan kepercayaan untuk dapat menyelenggarakan MTQ X tingkat Papua Barat di Manokwari.
Dirinya memberi dukungan penuh atas penyelenggaraan MTQ dan berharap juga pelaksanaannya dapat berjalan baik dan sukses hingga akhir nantinya.
Hermus Indou berpesan agar para Kafilah dapat mempersembahkan bacaan yang dilantunkan sebagai ibadah kepada Sang Pencipta, penghormatan kepada sholawat Nabi Muhammad SAW.
“Mari kita persembahkan MTQ ini sebagai ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan penghormatan sholawat nabi Muhammad SAW”, pesannya.

Dua pesannya lagi untuk para khafilah agar menghormati dan mengamalkan Al-Qur’an. Dirinya juga mengatakan bahwa terselenggaranya MTQ ini sebagai wujud eksistensi umat Islam di Tanah Papua.
“MTQ sebagai penghormatan kepada Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup. Penyelenggaraan ini sebagai wujud keberadaan dan eksistensi umat Islam di tanah Papua terutama di Papua Barat”, tambah orang nomor satu di Manokwari itu.
Diharapkan MTQ ke -X dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Meningkatkan kualitas sehingga nantinya dapat berlomba di tingkat nasional yang dilaksanakan di Kalimantan Timur.
“Jadikan ini sarana silaturahmi dan persaudaraan dengan satu persama bahwa Tuhan itu satu, namun cara beribadah yang berbeda”, tutup Bupati Hermus. (ACM_2)






















