Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

MANOKWARI · 1 Apr 2024 21:50 WIT

Sasi di Pulau Lemon Jadi Model Pelestarian Ekosistem, Pemerintah dan Komunitas Bersinergi


 Sasi di Pulau Lemon Jadi Model Pelestarian Ekosistem, Pemerintah dan Komunitas Bersinergi Perbesar

MANOKWARI – Tradisi Sasi di Pulau Lemon, Manokwari, terus menunjukkan keberhasilannya sebagai model pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah, gereja, komunitas Eco Defender, dan masyarakat setempat bekerja sama untuk menjaga ekosistem laut melalui pembukaan Sasi yang dimulai sejak 1 April 2023 dan dibuka pada 25 Mei 2024. Tradisi ini memungkinkan warga mengambil hasil laut selama periode tertentu, sebelum Sasi kembali ditutup pada Agustus mendatang.

Kepala Distrik Manokwari Timur, Amos Andries Rumsayor, menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung tradisi ini.

“Sasi adalah wujud nyata pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Pemerintah mendukung penuh inisiatif ini agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat Bahtera Utrech Nusmapi Pulau Lemon, Karolina Masyewi, turut mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sasi. Ia menyoroti peran gereja dan Eco Defender dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ketaatan warga pada aturan Sasi menjadi bukti kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem. Ini adalah langkah penting dalam pelestarian lingkungan,” kata Karolina.

Pemilik hak ulayat, Joel Rumbobyar, juga memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama.

“Melalui Sasi, kita belajar untuk menjaga warisan alam yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang,” jelas Joel.

Ketua Eco Defender Manokwari, La Ode Muh Zidane Fajar, berharap kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan untuk mendukung keberlanjutan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Upaya pelestarian lingkungan seperti Sasi ini bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menghidupkan budaya lokal yang sangat berharga,” ungkapnya.

Dengan tradisi Sasi, masyarakat Pulau Lemon membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi solusi konkret dalam melestarikan alam. Dukungan semua pihak diperlukan agar warisan budaya ini terus berlanjut sebagai model pembangunan berkelanjutan di Manokwari. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolresta Manokwari Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan Bangsa

1 Oktober 2026 - 15:15 WIT

Sambut HUT ke-81 TNI, Dandim 1801/Manokwari Pimpin Karya Bakti Bersihkan Kali Sahara

25 September 2026 - 14:55 WIT

Jelang HUT TNI ke-81, Kodim 1801/Manokwari Anjangsana ke Warakawuri

24 September 2026 - 19:24 WIT

Bupati Hermus Indou: Masa Jabatan Ketua STT Erikson-Tritt Diperpanjang Dua Tahun

20 September 2026 - 21:02 WIT

548 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Musprovlub KONI Papua Barat di Manokwari

17 September 2026 - 20:18 WIT

HUT ke-48 FKPPI, Dr. Agustinus Warbal Tekankan Pentingnya Kaderisasi dan Nasionalisme

12 September 2026 - 16:08 WIT

Trending di MANOKWARI