Menu

Mode Gelap
Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian

MANOKWARI · 1 Apr 2024 21:50 WIT

Sasi di Pulau Lemon Jadi Model Pelestarian Ekosistem, Pemerintah dan Komunitas Bersinergi


 Sasi di Pulau Lemon Jadi Model Pelestarian Ekosistem, Pemerintah dan Komunitas Bersinergi Perbesar

MANOKWARI – Tradisi Sasi di Pulau Lemon, Manokwari, terus menunjukkan keberhasilannya sebagai model pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah, gereja, komunitas Eco Defender, dan masyarakat setempat bekerja sama untuk menjaga ekosistem laut melalui pembukaan Sasi yang dimulai sejak 1 April 2023 dan dibuka pada 25 Mei 2024. Tradisi ini memungkinkan warga mengambil hasil laut selama periode tertentu, sebelum Sasi kembali ditutup pada Agustus mendatang.

Kepala Distrik Manokwari Timur, Amos Andries Rumsayor, menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung tradisi ini.

“Sasi adalah wujud nyata pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal. Pemerintah mendukung penuh inisiatif ini agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat Bahtera Utrech Nusmapi Pulau Lemon, Karolina Masyewi, turut mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sasi. Ia menyoroti peran gereja dan Eco Defender dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Ketaatan warga pada aturan Sasi menjadi bukti kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem. Ini adalah langkah penting dalam pelestarian lingkungan,” kata Karolina.

Pemilik hak ulayat, Joel Rumbobyar, juga memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama.

“Melalui Sasi, kita belajar untuk menjaga warisan alam yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang,” jelas Joel.

Ketua Eco Defender Manokwari, La Ode Muh Zidane Fajar, berharap kolaborasi ini dapat terus dilanjutkan untuk mendukung keberlanjutan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Upaya pelestarian lingkungan seperti Sasi ini bukan hanya menjaga alam, tetapi juga menghidupkan budaya lokal yang sangat berharga,” ungkapnya.

Dengan tradisi Sasi, masyarakat Pulau Lemon membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi solusi konkret dalam melestarikan alam. Dukungan semua pihak diperlukan agar warisan budaya ini terus berlanjut sebagai model pembangunan berkelanjutan di Manokwari. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Diharapkan Durian Manokwari Beri Warna Tersendiri Bagi Peserta Pesparawi ke XIV

13 Juni 2026 - 15:22 WIT

Durian Mulai Banjiri Kota Manokwari Jelang Perhelatan Pesparawi ke XIV

13 Juni 2026 - 15:10 WIT

Kisah Dua Sosok Guru Lintas Iman, Lintas Suku : Merawat Persatuan di SMTKN Pelita Sambab

2 Mei 2026 - 14:07 WIT

Lepas Pawai Hardiknas, Gubernur Dominggus Ajak Insan Pendidikan Tingkatkan Kreativitas

29 April 2026 - 19:04 WIT

Terpesona Keindahan Pulau Mansinam, Kapal Pesiar MH Minerva Kembali Berkunjung

24 April 2026 - 20:11 WIT

Kapal Pesiar MH Minerva-Swan Hellenic Kunjungi Pulau Mansinam

20 April 2026 - 13:45 WIT

Trending di MANOKWARI