MANOKWARI – Tokoh Adat Arfak atau Ketua Mekkesah bersama Kaporesta Manokwari menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing kejadian yang dialami mahasiswa Papua di NTT, terutama agar tidak membuat aksi-aksi yang dapat menganggu kenyamanan di Manokwari.
Hal tersebut dikatakan Ketua Mekesah Obet Ayok saat berada di Mapolresta Manokwari, Rabu (6/12/2023), bersama sejumlah tokoh adat dan akademisi untuk menyampaikan himbauannya terkait kekerasan yang dialami mahasiswa Papua yang berada di Nusa Tenggara Timur oleh salah satu organisasi Masyarakat (ormas) pada 1 Desember 2023 lalu.
“Melihat situasi yang ada di NTT agar tidak dibawa sampai ke Manokwari. Permasalahan yang ada di NTT sudah diamankan oleh Polda setempat, terkait pelaku persekusi”, ujarnya.

Dirinya mengatakan menuju hari Natal sekiranya harus dijalani dengan damai natal, terutama pada tahun politik, Masyarakat agar tidak melakukan aksi-aksi yang dapat ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kita akan menuju hari Natal di mana Manokwari merupakan kota Injil juga menuju pesta demokrasi. Oleh karena itu saya minta kepada pihak-pihak yang hendak melakukan aksi agar situasi yang terjadi tidak ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab”, tuturnya.
“Saya memohon kepada ketua ormas yang hendak melakukan aksi, untuk kembali memikirkan rencana aksi yang dilakukan besok agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain untuk menciptakan kekacauan di Manokwari”, pinta kepala suku.
Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Rivadin Benny Simangunsong mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memberikan himbauan-himbauan terkait penanganan yang sudah dilakukan Polda NTT terhadap tersangka yang melakukan persekusi terhadap mahasiswa Papua saat aksi namun sampai saat ini masih ada ajakan-ajakan untuk melakukan aksi di Manokwari.
“Saya menghimbau kepada masyarakat, bahwa Manokwari merupakan kota Injil yang berlandaskan kasih sehingga jangan terpengaruh dengan orang-orang yang memiliki kepentingan. Kita harus menjaga situasi kondisi Manokwari lebih kondusif dan aman”, tegas Kapolresta. (ACM_2)






















