MANOKWARI – Akibat laka lantas yang terjadi Kamis (22/6/2023) malam sekitar pukul 20.05 wit yang menewaskan 1 orang dan 8 orang luka-luka, membuat keluarga korban melakukan pemalangan jalan hingga Jumat (23/6/2023) pagi.
Akibatnya warga atau penumpang yang hendak menuju ke Bandara Rendani tidak dapat melintas di jalan tersebut.

Penumpang yang hendak menuju Bandara terpaksa berbalik arah karena tidak diperbolehkan melintas.
Rendi Marpaung, salah satu penumpang pesawat yang hendak melakukan perjalanan ke luar Manokwari, terpaksa menunggu karena tidak diijinkan oleh warga untuk melintas meski berjalan kaki.
” Kita tetap tidak boleh lewat padahal mau berangkat ke Makassar. Kalau begini nasib penerbangan kita kalau tidak berangkat, biaya tiket siapa yang ganti. Memang kami ikut prihatin dengan musibah kecelakaan, tapi tolong kami boleh lewat,”ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Manokwari Kombes Pol Rivadin Benny Simangunsong nampak tiba di TKP sekitar pukul 08.25 wit dan melakukan negoisasi bersama pihak keluarga.

” Kami akan usahakan akan melakukan mediasi, dan mencari solusi,” ucap Kapolresta yang dikonfirmasi sesaat setelah tiba di TKP.
Sebelumnya, diketahui telah terjadi laka lantas antara mobil pickup Suzuki D-Max warna hitam yang dikendarai ‘LAS'(18) dengan sepeda motor yamaha fino warna merah nopol B 3801 URU yang dikendarai oleh AW (26) yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 8 orang luka ringan. LAS diketahui menabrak sekelompok orang yang berada di depan pondok jualan setelah mobil yang dikendarai oleng sesaat setelah menabrak sepeda motor.

Motor naas yang bertabrakan dengan mobil pick up, Kamis (22/6/2023) malam.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolresta didampingi Dandim 1801/Manokwari, Kasat Reskrim Polresta Manokwari serta Kapolsek Rendani masih terus melakukan negosiasi agar palang dapat dibuka, mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Bandara Rendani. (ACM_2)






















