MANOKWARI, acemo.co.id – Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Christian Kurnianto Tehuteru menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal tersebut disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari usai peresmian jembatan dan pelaksanaan program Manunggal Air Bersih, Kamis (13/8/2026).
Christian mengatakan, hingga saat ini Kodam XVIII/Kasuari telah mengidentifikasi sebanyak 145 jembatan yang tersebar di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Jembatan tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai dari jembatan rangka hingga jembatan beton, sementara di sejumlah daerah lainnya masih menggunakan jembatan gantung.
“Untuk wilayah Kodam XVIII/Kasuari yang mencakup Papua Barat dan Papua Barat Daya, khusus untuk jembatan ada 145. Ada jembatan rangka, ada jembatan beton, dan di daerah lain masih ada jembatan gantung,” ujar Christian.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan terus dilanjutkan secara bertahap. Kodim jajaran Kodam XVIII/Kasuari diminta aktif melakukan pendataan kebutuhan infrastruktur di wilayah masing-masing dengan menggandeng pemerintah daerah dan kepolisian.
Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan lokasi yang membutuhkan pembangunan jembatan, terutama wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses transportasi.
“Ini tetap berkelanjutan. Melalui Kodim-Kodim kita terus mendata di wilayah, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Kita akan terus mengupayakan sesuai program pemerintah untuk membangun sampai ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.
Christian menegaskan, kawasan 3T di Papua menjadi salah satu perhatian utama. TNI akan berupaya memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat memperoleh akses infrastruktur dasar yang layak.
Selain pembangunan jembatan, Kodam XVIII/Kasuari juga terus menjalankan program Manunggal Air Bersih. Hingga saat ini, tercatat sekitar 115 titik sumber air telah dikerjakan, sementara sembilan titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Untuk air bersih yang sudah kita kerjakan ada sekitar 115 titik. Kalau tidak salah, masih ada sembilan yang masih dalam proses,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan maupun fasilitas air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan hasil identifikasi di lapangan, sekaligus sebagai bentuk pelaksanaan perintah pimpinan untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ya, kita mendapat perintah dari atas untuk membantu wilayah,” pungkasnya.
Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka akses masyarakat di wilayah terpencil terhadap transportasi dan kebutuhan dasar, terutama air bersih. (Mega Irianti)






















