MANOKWARI – Polda Papua Barat tengah mengusut dan melakukan penyelidikan maupun penyidikan terhadap kelompok pelaku yang mengakibatkan tewasnya 4 orang pekerja jalan trans Bintuni-Maybrat.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan akan menegakkan hukuman yang setimpal kepada para pelaku kejahatan.
“Kita sudah kumpulkan beberapa data, dan kita sudah lakukan rapat evaluasi. Kita tunggu saja dalam waktu dekat kita lakukan tindakan-tindakan hukum yang diperlukan untuk memenuhi penegakan hukum, penyelidikan,penyidikan yang kita lakukan terhadap meninggalnya empat orang pekerja jalan di daerah Moskona Barat,” ungkapnya Daniel, Senin (3/10/2022).
Untuk senjata yang digunakan kelompok tersebut, Ia belum bisa menjelaskan lebih rinci menunggu adanya tindakan hukum.
“Apakah itu senjata rakitan atau organik, saya belum bisa jelaskan. Saya tidak bisa jelaskan secara meraba-raba, harus dibuktikan secara nyata setelah dilakukan penegakan hukum,” tuturnya.
Daniel menyebutkan bahwa situasi terkini di Moskona Barat tempat terjadinya penyerangan ke 14 pekerja jalan Bintuni-Maybrat sedang dilakukan pemulihan kondisi masyarakat, untuk memberikan bentuk keamanan dan kenyamanan khususnya daerah yang berbatasan dengan Kisor Maybrat.
“Kita berikan pemulihan kondisi seperti trauma healing,” sebutnya.
Orang nomor satu di Kepolisian daerah Papua Barat itu belum bisa menyimpulkan penyerang 14 pekerja jalan trans Bintuni-Maybrat merupakan bagian dari kelompok Kocu dan berkaitan dengan tragedi Kisor Maybrat pada September tahun 2021 lalu.
“Saya belum bisa simpulkan, saat ini kita masih mempelajari baik dari segi dan teknis dengan data sebelumnya di Kisor Maybrat. Kita masih mencocokkan data, foto-foto, kemudian rentetan kejadian yang terjadi di Kisor dengan kejadian di jalan Bintuni-Maybrat,” ujarnya.
“Kita keluar mereka masuk, kita masuk mereka minggir. Ini hanya menunggu waktu yang baik agar kita bisa laksanakan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan korban yang lain,” sambung Silitonga.
Dalam pengamanan pekerjaan proyek jalan, lanjut Silitonga saat ini TNI dan Polri sedang mengambil langkah untuk melakukan pengawalan.
“Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan balai-balai kemudian dinas PUPR yang mengerjakan proyek di daerah terdepan,” tutup Daniel. (ACM_2)






















