MANOKWARI – Polda Papua Barat melaunching Film ‘Sepi Temukan Pagi’ yang mengisahkan pengabdian dan dedikasi seorang anggota polisi di pelosok Papua.
Film yang disutradarai oleh Sukris Giantoro Sianturi, berhasil menggarap film dari kisah nyata dari seorang Babinkamtibmas yaitu Bripka Septianus Arui, dibawah perusahaan Jan Enes Film.

Lamek Dowansiba
Film ini diperankan oleh pemerah utama, Lamek Dowansiba yang juga seorang tokoh pemuda Papua. Diisi juga oleh Kaka Celo, Yewen, Mantan Karo Ops. Polda Papua Barat Kombes Pol.Erik Sully, Bripda Ella Marani, Briptu Hablum, yang sebagian besar juga merupakan anggota Polda Papua Barat.
Pj. Gubernur Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Bupati Manokwari yang juga berpartisipasi mengisi didalamnya dan turut menyambut baik film ini.
Film tersebut dilaunching oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Johnny Edison Isir, yang diwakili Irwasda Kombes Pol. Subandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari film ini sebagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada Polisi.
Film ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan membangun karakter generasi muda anak-anak Papua.
“Harapnya yang paling penting terbangunnya opini masyarakat terhadap personel Polda Papua Barat sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban, pelindung, pengayom, pelayan masyarakat serta penegak hukum yang profesional dan proporsional”, katanya.
Film ‘Sepi Temukan Pagi’, memiliki historis sangat dalam, yang syarat dengan pesan moralitas, spiritualitas dan humanis, yang diangkat dari seorang anggota polisi dimana telah menerima pin emas dari Kapolri atas prestasi Hoegeng Award tahun 2024.
“Film ini menceritakan kisah perjalanan hidup Septianus Arui, seorang putra Arfak anggota polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, dan hadirnya film ini memiliki ikatan historis sangat dalam sehingga harapan dan kewibawaan film ini tetap terjaga”, ujarnya.
Sutradara Film, Sukris Giantoro Sianturi mengungkapkan dari pemutaran film ini menunjukkan pengabdian yang tulus dari seorang anggota Polri di daerah terpencil yaitu Kabupaten Tambrauw, dan itu dapat memutus stigma masyarakat terhadap Kepolisian.
“Masih banyak polisi baik di Indonesia, mungkin ada kesalahan yang dilakukan namun itu hanya perbuatan oknum”, ucapnya.
“Pesan moral yang di dapat banyak, terutama untuk mengabdi pada negara. Ini juga karya anak Papua sehingga masyarakat juga harus dukung”, pungkasnya.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ongky Isgunawan menyampaikan juga bahwa film ini tidak hanya untuk anggota kepolisian, namun akan juga berdampak kepada masyarakat dalam mensyukuri hidup.
“Ini tidak hanya untuk aparat , tapi masyarakat mendapatkan banyak hal dalam menjalani hidup, bersyukur, hidup yang hanya bisa bergantung kepada Tuhan”, jelas Kabid Humas.
Pemeran Sepi, Lamek Dowansiba yang baru pertama kali bermain disebuah film, mengungkapkan apresiasinya terutama kepada Kapolda Papua Barat dan sutradara yang bersama-sama menggarap film ini.
“Ini pertama kali saya main di Film. Ini pengalaman berharga, jarang kita mendapatkan kesempatan untuk bermain disebuah Film. Saya apresiasi Kapolda dan Sutradara “, ungkap Lamek.
Film ‘Sepi Temukan Pagi’, akan tayang perdana di wilayah Papua yaitu Jayapura, Manokwari, Sorong, pada tanggal 9-12 September 2024, yang tiketnya dapat dibeli di Tokoevent.id . (ACM_2)






















