MANOKWARI, acemo.co.id — Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat sebagai momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan, memperbaiki berbagai kekurangan, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Dominggus saat memberikan sambutan pada upacara peringatan HUT ke-27 Provinsi Papua Barat yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (12/10/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat di tujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
Ia menegaskan, peringatan hari jadi provinsi tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan pembentukan daerah, mensyukuri berbagai capaian pembangunan, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan perhatian dan penyelesaian.
“Peringatan hari ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sebuah provinsi. Lebih dari itu, momentum ini merupakan kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan, mensyukuri hasil pembangunan, mengevaluasi berbagai kekurangan, serta memperbarui tekad bersama untuk mewujudkan masa depan Papua Barat yang lebih baik,” ujar Dominggus.
Mengenang Sejarah, Melanjutkan Perjuangan Pembangunan
Dominggus mengingatkan bahwa terbentuknya Provinsi Papua Barat merupakan bagian dari perjalanan sejarah panjang yang melibatkan perjuangan berbagai elemen masyarakat.
Ia menyinggung Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat sebagai salah satu landasan hukum dalam perjalanan pembentukan provinsi tersebut, serta perkembangan penyelenggaraan pemerintahan hingga penggunaan nama Provinsi Papua Barat.
Menurutnya, pembangunan Papua Barat hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi masyarakat adat, tokoh agama, kaum perempuan, generasi muda, para pejuang pembentukan provinsi, dan berbagai unsur masyarakat lainnya.
Karena itu, semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab, kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, serta program pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan daerah.
Dominggus juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Pembangunan Harus Berdampak Nyata
Dalam bidang pembangunan, Dominggus menyoroti sejumlah sektor strategis yang perlu terus diperkuat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perekonomian, tata kelola pemerintahan, perlindungan lingkungan hidup, hingga pelestarian budaya masyarakat.
Ia menyebut Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam yang dapat menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi tersebut mencakup sektor energi, kehutanan, pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Namun, pemanfaatan potensi tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat.
Dominggus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari bertambahnya infrastruktur atau meningkatnya aktivitas investasi. Pembangunan juga harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Dampak tersebut, antara lain, dapat dilihat dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses terhadap pelayanan dasar, terbukanya kesempatan kerja, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua Barat.
Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap program pembangunan dilaksanakan secara terarah, efektif, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
IPM Papua Barat Capai 68,48 pada 2025
Pada sektor pembangunan manusia, Dominggus menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat pada 2025 mencapai 68,48 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan manusia di Papua Barat. Meski demikian, peningkatan kualitas pendidikan, perluasan akses pelayanan kesehatan, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Menurut Dominggus, pembangunan manusia harus menjadi perhatian utama agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pendidikan berkualitas, mengakses layanan kesehatan yang memadai, dan meningkatkan taraf hidup.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perencanaan pembangunan yang matang, pelaksanaan program yang efektif, serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.
Perkuat Persatuan dan Kolaborasi
Mengakhiri sambutannya, Dominggus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, memelihara semangat gotong royong, dan memperbarui komitmen bersama untuk membangun Papua Barat.
Ia berharap pemerintah, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, kaum perempuan, generasi muda, serta seluruh lapisan masyarakat dapat terus bersinergi sesuai peran masing-masing dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat dan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk menjawab berbagai tantangan serta mendorong pemerataan hasil pembangunan.
Peringatan HUT ke-27 Provinsi Papua Barat pun menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan semangat persatuan dan kerja sama seluruh elemen, Papua Barat diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, berdaya saing, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. (Mega)






















