Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

MANOKWARI · 13 Okt 2026 00:37 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Rendani, Sejumlah Maskapai Batal Mendarat


 Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Rendani, Sejumlah Maskapai Batal Mendarat Perbesar

MANOKWARI, acemo.co.id — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat. Menurunnya jarak pandang atau visibilitas menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan dan keterlambatan (delay).

Kepala Bandara Rendani Manokwari, Herman Sujito, S.SiT., M.M., mengatakan, aktivitas penerbangan dalam beberapa hari terakhir terganggu akibat kondisi cuaca dan kabut asap yang menyelimuti wilayah Manokwari.

Hal itu disampaikan Herman saat ditemui awak media di Manokwari, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sebaran kebakaran yang dipantau pihaknya, sumber asap diduga berasal dari sejumlah wilayah di luar Manokwari, termasuk Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, serta wilayah Merauke, Papua Selatan.

“Kita terkena dampak dari asapnya sehingga sedikit banyak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Rendani,” ujarnya.

Herman menegaskan, secara operasional Bandara Rendani tetap melayani penerbangan sesuai jadwal, yakni mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIT. Namun, pelaksanaan penerbangan tetap bergantung pada kondisi cuaca dan standar keselamatan penerbangan, terutama jarak pandang yang memungkinkan pesawat melakukan pendaratan.

Menurutnya, ketika jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, pesawat tidak dapat mendarat sehingga penerbangan harus ditunda atau dibatalkan.

Dampak gangguan tersebut terlihat pada Sabtu (10/10/2026), ketika jarak pandang di Manokwari tidak membaik sepanjang hari. Sejumlah penerbangan menuju Manokwari terpaksa dibatalkan karena kondisi tersebut.

Penerbangan yang terdampak antara lain layanan Wings Air dari Kaimana dan Nabire, Batik Air dan Lion Air dari Sorong, serta Super Air Jet dari Makassar. Selain itu, sejumlah penerbangan perintis juga tidak dapat beroperasi karena kondisi jarak pandang di wilayah tujuan, termasuk kawasan Teluk Bintuni, dilaporkan kurang dari satu kilometer.

Gangguan penerbangan berlanjut pada Minggu (11/10/2026). Beberapa pesawat yang seharusnya tiba pada pagi hari baru dapat mendarat pada siang hingga malam hari setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Herman mencontohkan, salah satu penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 07.00 WIT baru dapat mendarat sekitar pukul 22.30 WIT. Pesawat tersebut kemudian kembali diberangkatkan pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.30 WIT.

Keterlambatan itu menyebabkan aktivitas pelayanan penerbangan di bandara berlangsung jauh melampaui jam operasional normal.

Meski demikian, Herman menegaskan bahwa pihak bandara tidak mengubah jadwal penerbangan yang tercantum dalam tiket atau sistem reservasi. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.

“Kalau jarak pandang memungkinkan dan bagus sesuai dengan standar keselamatan, maka pesawat bisa masuk ke Bandara Rendani,” jelasnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan penting bagi maskapai dalam menentukan pelaksanaan penerbangan. Karena itu, penumpang diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing-masing apabila terjadi perubahan waktu keberangkatan maupun kedatangan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu konektivitas transportasi udara di Manokwari dan wilayah sekitarnya.

Pihak bandara tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap pelayanan penerbangan. Operasional pesawat akan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang hingga memenuhi persyaratan untuk penerbangan yang aman. (Mega)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Franciscus Tanuardus Kembali Maju sebagai Calon Ketua PSSI Papua Barat, Bidik Juara PON

12 Oktober 2026 - 20:08 WIT

Wabup Mugiyono Tegaskan Sasaran Pendidikan Gratis Manokwari dan Papua Barat Berbeda

12 Oktober 2026 - 14:20 WIT

HUT ke-27 Papua Barat, Wabup Mugiyono Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan

12 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Resmikan Gedung SDITQ Ummul Quro, Wabup Mugiyono Tekankan Kolaborasi Majukan Pendidikan

10 Oktober 2026 - 16:06 WIT

Wabup Mugiyono Ingatkan Disiplin ASN Agar Tak Abaikan Tugas dan Tanggung Jawab. 

6 Oktober 2026 - 16:15 WIT

361 Pejabat Baru Pemkab Manokwari Dilantik, Hermus: Jabatan Adalah Amanah dan Tanggung Jawab

5 Oktober 2026 - 22:46 WIT

Trending di MANOKWARI