Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

PAPUA BARAT · 21 Jun 2024 19:35 WIT

Jadi Pemateri di Rakernis Humas Polda Papua Barat, Bustam: Pentingnya Menempatkan Rasa dalam Berita


 Jadi Pemateri di Rakernis Humas Polda Papua Barat, Bustam: Pentingnya Menempatkan Rasa dalam Berita Perbesar

MANOKWARI –Rapat kerja teknis (Rakernis) Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Barat tahun 2024 tidak hanya menghadirkan narasumber internal, namun juga eksternal.

Rakernis yang mengangkat tema “Peningkatan Kemampuan Humas yang Presisi Guna Menjamin Kamtibmas yang Kondusif Jelang Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Provinsi Papua Barat” tersebut berlangsung di Aula Hotel Oriestom Bay, Manokwari, Jumat (21/6/2024).

Adapun narasumber eksternal yang dihadirkan yakni Ketua PWI Papua Barat Bustam dan Ahli Pertama Pranata Siaran RRI Manokwari, Patti E.Elwarin.

Bustam diminta membawa materi terkait pemberitaan. Secara detail Bustam menjelaskan standar penulisan berita, meliputi objek berita, nilai-nilai berita, unsur berita, struktur penulisan dan bahasa berita.

Dijelaskan, berita adalah hasil rekonstruksi dari fakta (peristiwa), maka diperlukan perangkat untuk merekonstruksi peristiwa itu.

Berangkat dari pemikiran, kata Bustam, umumnya manusia membutuhkan jawaban atas rasa ingin tahunya, dalam enam hal, maka perlu digali melalui enam pokok unsur, meliput apa (what), siapa (who), dimana (where), kapan (when), mengapa (why) dan bagaimana (how).

Dia juga menjelaskan, pentingnya kehumasan menyiapkan siaran pers (press release) untuk dikirim ke wartawan atau media. “Meskipun digelar jumpa pers, perlu juga menyiapkan siaran pers. Dan dikirimkan secepat mungkin,” kata Bustam.

Selain itu, Bustam juga turut memaparkan syarat judul berita yang baik, aturan penulisan judul berita dan tips pembuatan judul berita, termasuk pentingnya menarik semakin banyak pembaca. “Judul berperanan penting dalam penulisan berita, tentunya ada hal-hal yang harus diperhatikan. Walaupun setiap berita penyajiannya bergantung pada kebijakan dari redaksi, sebab setiap media berbeda-beda. Kalau kita berbicara kehumasan perlu diperhatikan judul yang representatife dan spesifik, tapi sangat perlu menggugah rasa,” ungkap Bustam.

Menariknya bicara menggugah rasa, Bustam menyampaikan pentingnya menempatkan rasa dalam berita. “Kita membahas tentang kesantunan berbahasa, sebenarnya ada lisan dan tulisan, tapi bagi saya dengan gerakan isyarat tubuh, jari dan lainnya juga bagian dari kesantunan berbahasa. Maka menempatkan rasa dalam berita menjadi nilai tersendiri,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bustam juga menjelaskan terkait fungsi pers “Gabungan Kebajikan”. Dimana pers bekerja sesuai UU 40 Tahun 2019 tentang Pers, yang memberi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. “Ini merupakan ‘gabungan kebajikan’ dari unsur-unsur positif sistem pers yang berlaku,” jelasnya.

Dia juga mengulas tentang paradikma pers pembangunan sebagai pelayanan kebenaran, keadilan, dan kemanusian untuk kesejahteraan, yang merupakan wujud dari pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), misalnya tentang akurasi, faktual, berimbang, non partisan, imparsial, menjauhi berita tendensi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), memproteksi anak, perempuan, difabel, serta melindungi masyarakat melalui hak-hak mengontrol profesionalitas media.

Bustam menekankan pentingnya keberpihakan media kepada kemaslahatan bersama, dengan penajaman spesialisasi, misalnya pers ramah pariwisata, anti korupsi, perprektif gender, ramah anak, ramah disabilitas dan perspentif lingkungan.

“Mari ikut mendorong media menyajikan inspirasi-inspirasi, untuk secara konsisten membangkitkan kesadaran bersama, meraih cita-cita bersama menuju kesejahteraan dan kemaslahatan bersama,” tuturnya.

Sementara Ahli Pertama Pranata Siaran RRI Manokwari, Patti E.Elwarin yang juga pengurus PWI Papua Barat menyampaikan materi terkait publik speaking,yang dipandu oleh moderator Bripda Maria Theresia Antoh. (rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway

28 September 2026 - 10:44 WIT

BI Papua Barat Padukan Data dan Pangan Lokal untuk Perkuat Pengendalian Inflasi

24 September 2026 - 15:21 WIT

Tim Pemekaran Targetkan Kabupaten Pegunungan Meyah Terwujud Sebelum Tahun 2030

22 September 2026 - 19:29 WIT

Kapolda Papua Barat Tekankan Pencegahan Kecelakaan dan Disiplin Personel di Jalan Raya

22 September 2026 - 18:03 WIT

Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah

22 September 2026 - 17:59 WIT

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Trending di PAPUA BARAT