Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 18 Apr 2022 21:02 WIT

Ini Tanggapan Ketua Parjal Papua Barat Terkait Penolakan DOB


 Ini Tanggapan Ketua Parjal Papua Barat Terkait Penolakan DOB Perbesar

MANOKWARI – Melihat pro dan kontra terkait pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua dan Papua Barat, Ketua Parjal Papua Barat Ronald Mambieuw mengatakan menurut pandangannya, ada berberapa hal positif dan negatif apabila pemekaran DOB dilakukan di Tanah Papua.

Dari sisi negatif, kata Ronald Mambieuw dapat dilihat beberapa sektor pembangunan di Tanah Papua yang belum tercapai, seperti pemerataan ekonomi, infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). 

” Dari sisi ekonomi atau sisi usaha belum terlihat putra putri Papua yang menggeluti atau bekerja sebagai aktor-aktor usaha. Kemudian dari sisi PNS, menurut kacamata kami di Provinsi Papua Barat justru yang dominan menjadi Honor adalah OAP, sedangkan PNS adalah saudara-saudara kita nusantara. Hal-hal itulah yang membuat sehingga menjadi poin negatif dari DOB” ujarnya.

Selain itu, penolakan DOB muncul karena mereka menolak adanya oknum-oknum tertentu yang nantinya menguasai sumber daya alam (SDA) Papua melalui kapasitas dan kewenangan yang dimiliki.

Sementara itu, dari sisi positif dengan adanya pemekaran DOB tentunya dapat meningkatkan lapangan pekerjaan bagi SDM Papua melalui CPNS maupun sektor lainnya. Namun demikian, apakah hal itu satu-satunya tolak ukur tujuan pemekaran DOB, sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat Papua.

” Tapi bisakah melalui pemekaran ini menjawab semua keresahan orang asli Papua yang berada di kedua Provinsi yaitu provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Dan mereka tidak bertanya-tanya pemekaran untuk siapa” ucap Ronald.

” Kami sarankan untuk pemerintah pusat supaya lebih pendekatan persuasif secara teritorial untuk menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak ada pro dan kontra, berikan itu kepada orang asli papua dan membenahi apa yang belum tersentuh kepada orang asli papua sehingga kalau orang asli papua merasa disentuh maka kita bisa menerima dampak dari hal tersebut” sambungnya.

Untuk itu dirinya berharap agar Pemerintah Pusat dapat memberikan kewenangan dan kesempatan bagi masyarakat papua menentukan nasib mereka terkait dengan daerah otonomi baru (DOB) tersebut, sebab jika terus dipaksakan akan ada penolakan dari masyarakat. (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 267 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT