SORONG – Guna mempercepat finalisasi data statistik perikanan tangkap dan pengolahan data statistik untuk kebutuhan regional dan international. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat melaksanakan kegiatan Validasi Satu Data KKP se Provinsi Papua Barat tahun 2021. Kegiatan berlangsung selama 3 hari (20 s/d 22 Juni 2022) di Kota Sorong.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Henok Nimbrod Indouw mengatakan pembangunan khususnya pada sektor Kelautan dan Perikanan akan terarah dan terukur dengan ketersediaan data dan informasi yang valid dan akurat. Kebijakan penangkapan ikan terukur yang digaungkan oleh Kementerian Kelautan dan perikanan bermuara pada pembatasan penangkapan ikan dengan penerapan sistem kuota.

” Sistem kuota ini pun tidak dapat kita jalankan bila data dan informasi perikanan tangkap di kabupaten/kota tidak tersedia, dan bahkan bila data tersebut tidak valid tentu akan menjadi permasalahan di kemudian hari” ucap Henok.
Henok pun berharap kegiatan Validasi Statistik Perikanan Tangkap Provinsi Papua Barat Tahun 2021, dapat dimaksimalkan untuk menyelaraskan data-data dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Barat agar data-data yang dihasilkan adalah data yang benar-benar valid dan akurat sesuai dengan keadaan di lapangan.

” Kepada validator provinsi saya juga berpesan untuk dapat melakukan validasi data dengan baik dan benar, bila ada data yang dirasa tidak wajar bisa langsung ditanyakan kepada validator pusat, agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan akurat,” pintanya.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Iriansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi data dari tingkat Kabupaten, Provinsi serta Pusat dalam lingkup KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dimana validasi data pelabuhan, non pelabuhan dan perairan umum daratan (PUD). Dengan demikian dapat tercipta satu data yang terintegrasi.

” Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali setahun, dimana setiap 6 bulan dilakukan validasi tingkat Kabupaten, Provinsi serta Pusat” ujar Iriansyah.

Kegiatan yang diikuti Enumerator data statistik perikanan tangkap Kabupaten/Kota dan petugas validator data statistik perikaranan tangkap Provinsi ini menghadirkan 2 narasumber dari Sekertariat Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian KKP, Muhammad Anas dan Rikrik Rahadian. (ACM)






















