TELUK BINTUNI – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos., lakukan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan para Tokoh Adat, Agama, Pemuda, Masyarakat dan pengelola BP LNG Tangguh LNG Distrik Babo Teluk Bintuni di aula Koramil 1806-02/Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (7/7/2022).
Pangdam menyampaikan bahwa keberadaan BP Tangguh bersama masyarakat inilah yang akhirnya membawanya untuk bisa sampai dan hadirdi sini dan nanti kita bicara dari hati ke hati.
“Sekarang, saya sudah berada di sini, ini semua berkat Tuhan dan kebersamaan kita dengan hati. Oleh karena itu pada kesempatan yang pertama ini saya mengucapkan terima kasih bisa diterima dengan baik sejak kedatangan sampai dengan sekarang ini sebagai anak adat Distrik Babo,” ujarnya.

Kedatangan Pangdam, memang sudah dinanti sejak lama, ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu.
“Kami sudah menunggu sejak lama, kami juga berterima kasih bahwa Pangdam baik TNI dan Polri telah meningkatkan keamanan serta mendukung pembangunan yang ada di wilayah Papua Barat dan ini sangat baik sekali”.
“Menyangkut dengan tenaga kerja kalau bisa prioritas tenaga kerja lokal sehingga jangan diombang-ambing. Termasuk Kami juga meminta untuk prioritas jadi prajurit TNI agar diberikan juga kepada kami asli orang Babo, kami juga menginginkan hal yang terbaik dan sekali merdeka tetap merdeka, NKRI harga mati bagi kami masyarakat Babo,” tambah tokoh masyarakat ini.

Menyikapi apa yang disampaikan oleh salah satu Tokoh tersebut, Pangdam menyampaikan akan menjawabnya dengan hati.
“Saya sebagai Pangdam dan mewakili BP Tangguh, akan menjawab dengan hati apa yang disampaikan. Apa yang kita bicarakan hari ini, pasti akan menjadi atensi saya untuk sama-sama kita cari solusi yang terbaik, terkait dengan kesempatan untuk menjadi prajurit itu tidak ada yang menutup-nutupi, memang untuk menjadi prajurit itu kita mempunyai suatu kriteria tersendiri tetapi dalam konteks kriteria ini Pemerintah dan TNI juga mempunyai suatu pertimbangan yang sifatnya tidak sama antara satu daerah dengan daerah yang lain,” kata Pangdam.
“Sehingga terus terang kita juga dibatasi dengan alokasi dan ketentuan serta aturan lainnya karena bagaimanapun juga kita harus mencari yang betul-betul siap. Saya juga sampaikan bahwa dengan kedatangan dan jabatan sebagai Pangdam secara otomatis itu sudah menjadi anak adatnya Papua Barat yang tentunya harus peduli dan bertanggungjawab memajukan daerah ini,” tandasnya. (Rls/ACM)






















