Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 24 Sep 2022 00:35 WIT

Dorong Program BKKBN, 1.437 Tim Pendamping Keluarga Terbentuk di Papua Barat


 Dorong Program BKKBN, 1.437 Tim Pendamping Keluarga Terbentuk di Papua Barat Perbesar

MANOKWARI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua Barat terus menjalankan program kerja seperti Bangga Kencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana) dan percepatan penurunan stunting dengan membentuk 1.437 tim pendamping keluarga di Papua Barat.

Kepala BKKBN Prov.Papua Barat Philmona Maria Yarollo,S.Sos.,M.Si mengatakan dari tim pendamping keluarga yang telah terbentuk, akan menyasar pada 5.317 sasaran pendampingan yang tersebar pada kabupaten kota di Papua Barat.

“Pendampingan itu dilakukan mulai dari masa kehamilan sampai anak yang lahir usia dua tahun,” ujarnya di Kantor BKKBN Papua Barat, Jumat (23/9/2022).

Ia menjelaskan bahwa program pengawasan pendampingan tersebut, setiap harinya BKKBN Papua Barat menerima laporan dari tim pendamping keluarga sehingga menjadi acuan dalam memberikan rekomendasi jika menemukan permasalahan terkait stunting.

BKKBN juga melakukan pendataan dari 1 September lalu hingga 1 Oktober nanti, untuk mendata ulang  keluarga yang akan dilakukan pendampingan dimana tahun 2021 ada sebanyak 331.846 KK dan tahun ini di targetkan sebanyak 235.541 KK.

“Tim pendamping keluarga terus melakukan pendampingan. Mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga pasca persalinan dan wajib mengingatkan untuk memberikan air susu ibu eksklusif,” jelasnya.

Philmona mengungkapkan bahwa penurunan angka stunting merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang dibubuhkan dalam peraturan presiden dengan target penurunan stunting hingga di angka 14 persen pada tahun 2024.

“Data BKKBN Papua Barat, prevelensi stunting provinsi berada di angka 26,2 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari prevalensi stunting secara nasional yaitu 24,4 persen,” ungkapnya.

Ia menuturkan dari kabupaten kota yang ada di Papua Barat, Kota Sorong merupakan daerah yang memiliki angka stunting terendah se-Papua Barat yakni 19,9 persen.

“Untuk angka stunting tertinggi pada  Kabupaten Pegunungan Arfak sebesar 40,1 persen, Kabupaten Sorong Selatan sebesar 39,6 persen dan Kabupaten Tambrauw sebesar 39,4 persen,” tutupnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT