Menu

Mode Gelap
Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway Akhiri Pencarian, Yanto Idorway Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia Si Jago Merah Lalap Mes Karyawan Toko Sulindah, Satu Truk Ikut Hangus Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi

PAPUA BARAT · 8 Mar 2022 16:06 WIT

Gelar Aksi Damai, Perempuan Arfak Papua Barat Tolak Rasisme dan Serukan Perdamaian


 Gelar Aksi Damai, Perempuan Arfak Papua Barat Tolak Rasisme dan Serukan Perdamaian Perbesar

MANOKWARI – Menolak rasisme yang terjadi baru-baru ini, Perkumpulan Perempuan Arfak Papua Barat menggelar aksi damai dan menolak rasisme di tanah Papua. Aksi tersebut di gelar di traffic light Haji Bauw, Selasa Selasa (8/3/2022) siang, diikuti dengan pembagian bunga kepada pengendara yang melintas sebagai tanda damai. 

Koordinator Aksi Damai Merij Ahoren menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk mengajak perempuan untuk bersatu menolak rasisme. ” Kami mengajak semua perempuan untuk menolak rasisme karena Tuhan menciptakan kita semua sama. Kami juga tadi membagikan bunga sebagai tanda cinta kasih dari perempuan Arfak, kami mengasihi semua suku di tanah Papua”ujar Merij.

Hal senada juga diutarakan Ketua Perkumpulan Perempuan Arfak Papua Barat Sarce Meidodga. Sarce mengatakan aksi tersebut merupakan tanda cinta kasih dari perempuan arfak yang menginginkan perdamaian, dan bersama hidup dalam damai. “Kami tolak rasis, pertikaian, pertengkaran, kami ingin perdamaian agar kita semua dapat membangun negeri Arfak ini lebih baik.”ucapnya.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Se-Dunia, sebagai salah seorang Tokoh Perempuan Papua Yuliana Numberi menilai gerakan ini merupakan gerakan kesadaran perempuan Arfak untuk merangkul semua perempuan untuk menjaga Manokwari agar tetap damai.

“Disatu sisi perempuan Arfak juga tidak dapat berdiri sendiri, pasti ada dukungan dari perempuan suku lain. Kebersamaan harus dibangun dimana perempuan Arfak membuka diri dengan perempuan suku lain. Dalam situasi yang terjadi juga, Perempuan Arfak membuka wawasan untuk bangkit dari situasi yang terjadi mengenai rasis” tutupnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kabiddokes Polda PB : Autopsi Jenazah Yanto Idorway Dilaksanakan Hari Kamis

29 Juli 2026 - 05:01 WIT

50 dari 1.299 CPNS Pemprov Papua Barat Yang Diangkat Ternyata Bermasalah di Administrasi

28 Juli 2026 - 06:14 WIT

Giliran Honorer Tahun 2022 Hingga 2024 Pemprov Papua Barat Pertanyakan Nasib Mereka

28 Juli 2026 - 06:06 WIT

Plt.Kakanwil Kemenag PB Apresiasi Tiga Event Keagamaan Berjalan Lancar, Bukti Kerukunan Umat Terjaga

13 Juli 2026 - 07:18 WIT

3 Tahun, 22 Guru SMA Kasuari Nusantara dan SMANKOR Tidak Terima Tunjangan & Tidak Naik Pangkat

10 Juli 2026 - 21:17 WIT

Beasiswa 1.950 Mahasiswa Asli Papua Program Papua Barat Cerdas Siap Disalurkan

10 Juli 2026 - 20:15 WIT

Trending di PAPUA BARAT