Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

PAPUA BARAT · 19 Agu 2022 12:43 WIT

Ini Harapan Masyarakat Adat Suku Moi Kepada Pemkab Sorong


 Ini Harapan Masyarakat Adat Suku Moi Kepada Pemkab Sorong Perbesar

SORONG – Menjelang akhir massa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sorong periode 2017 – 2022  pada tanggal 22 Agustus mendatang, Tokoh masyarakat adat Suku Moi yang juga Ketua Kelompok Masyarakat Solidaritas Suku Moi Sorong  Klois Yable menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mendukung siapapun yang akan ditetapkan oleh Mendagri sebagai pejabat carateker Bupati Kabupaten Sorong.

Menurutnya usulan pemerintah kabupaten melalui Gubernur Papua Barat dari 3 nama yang diusulkan tersebut merupakan yang terbaik, karena akan menjalankan roda pemerintahan sesuai amanat undang undang, menciptakan situasi kamtibmas tetap aman dan menjaga stabilitas politik hingga pemilu 2024 mendatang.

” Selaku tokoh masyarakat adat Moi, saya mengajak masyarakat Kabupaten Sorong terutama bagi masyarakat adat Suku Moi,agar membantu pemerintah dan aparat dalam menciptakan stabilitas keamanan di tengah iklim politik menjelang Pemilu Serentak 2024″ ujar Klois.

Ditambahkan Klois, kelompok masyarakat solidaritas Suku Moi Sorong memiliki tuntutan agar Pemeritah Kabupaten Sorong harus mengkaderkan orang Moi untuk menjadi Sekda, apabila hal tersebut tidak dilakukan maka Bupati Sorong pasti tidak akan aman karena bukan berasal dari Suku Moi tapi berasal dari Kabupaten Maybrat.

Hal tersebut dilakukan sesuai aspirasi masyarakat adat dan jika tidak  dijawab oleh Bupati melalui Sidang Paripurna DPRD APBD perubahan tahun 2022 maka masyarakat Moi mengancam akan menggagalkan agenda sidang tersebut.

Kemudian pemerintah daerah harus memperhatikan Pengusaha Asli Papua terutama suku Moi untuk menjawab proposal yang telah diajukan,  agar kiranya diberikan paket pekerjaan proyek sehingga masyarakat juga bisa merasakan kehadiran pemerintah.

” Jika pemerintah tidak menjawab tuntutan yang ada, maka kami dari Kelompok Solidaritas Suku Moi akan kawal dan kejar terus sampai tuntutan dijawab oleh pemerintah” ucapnya.

Dalam waktu dekat akan dilakukan audiens antara Kelompok masyarakat solidaritas Suku Moi Sorong dengan Kepada Kapolres Sorong untuk mencari solusi dalam menanggapi aspirasi mereka.

” Pada prinsipnya kami tetap mendukung pemerintah daerah dan pejabat carateker yang nantinya ditunjuk Mendagri, namun apa yang menjadi tuntutan kami harus diperhatikan untuk menjaga situasi di wilayah sorong tetap aman” pungkasnya. (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Dominggus Ajak ASN Pemprov Papua Barat Belanja Hasil Kebun Lokal

3 Juli 2026 - 16:35 WIT

Dominggus : Pesparawi XIV Sukses Berkat Kerjasama Yang Baik Dari Seluruh Pihak

3 Juli 2026 - 16:19 WIT

1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026

3 Juli 2026 - 15:37 WIT

Momentum Hut Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Minta Per-Erat Hubungan Polri & Pers

2 Juli 2026 - 19:37 WIT

Kapolda Irjen Pol Alfred Papare Pimpin Upacara Hut Bhayangkara Ke-80 Polda Papua Barat

2 Juli 2026 - 19:36 WIT

Menteri Agama Resmi Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulut Juara Umum

28 Juni 2026 - 22:57 WIT

Trending di PAPUA BARAT