MANOKWARI – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Juniman Hutagaol, S.H., M.H, optimis Kejaksaan Negeri Manokwari dapat Mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi khusus peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Kajati, saat melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Kejaksaan Negeri Manokwari, Senin (28/3/2022).
Juniman menyebutkan pencanangan ini merupakan langkah awal dan bagian untuk mensukseskan reformasi birokrasi, dengan melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan.
“Ini merupakan salah satu syarat dalam penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Diharapkan dengan hal ini, aparatur dan institusi memiliki akuntabilitas dan kualitas kinerja yang semakin baik” ujar Juniman.
Setelah pencanangan ini, Kejaksaan Tinggi Negeri Manokwari harus menyiapkan rencana aksi yang konkrit. Juniman juga meminta agar seluruh stakeholder dapat bekerja sama mendorong WBK/WBBM di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Manokwari.
“Hal ini tidak bisa optimal tanpa dukungan dari seluruh stakeholder, dan hari ini seluruh pimpinan wilayah yang ada dalam wilayah hukum Kejaksaan Negeri Manokwari,
” Saya harapkan ini tidak seremonial saja, namun menjadi dukungan kepada Kejari untuk mencapai predikat tersebut dan harus didukung semua stakeholder di wilayah hukum Kejari Manokwari”, harapnya.
Walau tahun lalu Kejari Manokwari tidak mendapatkan predikat tersebut namun dirinya tetap optimis, di tahun ini Kejari Manokwari dapat berbenah dan mendapatkan predikat WBK/WBBM.
“Kami tidak memberikan sanksi apabila predikat tidak tercapai, dikarenakan ini merupakan program dari Kemenpan RB. Tahun lalu Kejaksaan Negeri Manokwari sudah berupaya namun belum mencapai predikat tersebut dan tahun ini saya optimis bisa”pungkasnya.(ACM_2)






















