Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 9 Des 2021 07:25 WIT

Kemenkeu Paparkan Capaian Pengembangan Papua Barat Triwulan III TA 2021


 Kemenkeu Paparkan Capaian Pengembangan Papua Barat Triwulan III TA 2021 Perbesar

MANOKWARI – Kementrian Keuangan menggelar Konfrensi Pers di salah satu hotel di Manokwari,Selasa (7/12/2021) dan memaparkan perannya dalam pengembangan Papua Barat sampai dengan Triwulan ke III tahun 2021. Pemaparan yang disampaikan mulai dari Realisasi Anggaran Belanja Provinsi Papua Barat, Pengelolaan Kekayaan Negara, Pajak Daerah dan Pelaksanaan kebijakan di bidang Pengawasan Bea Cukai.

Dalam konfrensi pers tersebut, Pelaksana Harian Kepala Kantor Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Papua Barat, Parji menyampaikan bahwa tugas mereka untuk melaksanakan koordinasi, pembinaan, supervise, serta bertanggung jawab di bagian perbendaharaan.

Untuk realisasi Anggaran Belanja Pemerintah Provinsi Papua Barat hingga 30 November 2021 mencpai 7,32 Trilun dari Pagu yang tersedia sebesar 9,12 Triliun.

Kemudian, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Kekayaan Negara wilayah Papua, Papua Barat dan Maluku, Sigit Raharjo, menyampaikan dalam tugas untuk mengelola kekayaan negara, pengurusan piutang negara, dan pembangunan daerah, hingga tanggal 25 November 2021, total asset dari Provinsi Papua Barat tercatat sebesar 6,1 Triliun, dimana untuk realisasinya Pokok Lelang sebesar 16,79 Triliun dan Bea Lelang sebesar 536 Milyar.

Sama halnya dengan T.B Sofuddin yang merupakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak wilayah Papua, Papua Barat dan Maluku.  Dirinya menjelaskan tahun ini realisasi Pendapatan Pajak sudah mencapai 1,97 Triliun (67,88%) dari target sebesar 2,9 Triliun.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai Khusus Papua, Gatot Sugeng Wibowo menyampaikan realisasi penerimaan Bea masuk Cukai dan Bea keluar, sudah jauh melampaui target, yaitu 2,98 Triliun dari taget yang harus di capai sebesar  988,6 Milyar. Per- 30 November 2021, untuk Penerimaan Bea Masuk mencapai 176,79 MIlyar (147%) dan Bea Keluar sudah sebesar 2,79 Triliun.

Kementrian Keuangan akan terus mendorong capaian-capaian yang akan direalisasikan, dari Anggaran Belanja Provinsi Papua Barat, Pengelolaan Kekayaan Negara, Pajak Daerah, dan Pelaksanaan Kebijkaan di pengawasan Bea Cukai. (RLS/ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT