Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 23 Agu 2022 15:29 WIT

Kodam XVIII/Kasuari Tanam Sejuta Bakau Selamatkan Pulau Raimuti Dari Abrasi


 Kodam XVIII/Kasuari Tanam Sejuta Bakau Selamatkan Pulau Raimuti Dari Abrasi Perbesar

MANOKWARI – Guna mencegah  tenggelamnya pulau Raimuti akibat abrasi, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos mencanangkan gerakan menanam sejuta Bakau di Pulau yang dulunya menjadi tempat wisata favorit yang dikunjungi masyarakat Manokwari khususnya.

Pangdam Kasuari mengajak Wakil Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Wadanpusterad) Mayjen TNI Ilyas Alamsyah dan pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari bersama peserta MTT Danramil dan Babinsa TNI AD 2022 gerakan ayo menanam bakau di Raimuti, Papua Barat, Selasa (23/8/2022).

“Kegiatan yang kita lakukan ini adalah bentuk kepedulian dalam melestarikan alam dari kepunahan, kalau tidak dilakukan dari sekarang boleh jadi pulau ini hanya akan tinggal nama, untuk itulah  harus ada aksi nyata yang kita lakukan untuk menyelamatkan pulau Raimuti” ucap Pangdam.

Posisi Pulau Raimuti berjarak lebih kurang 750 Meter dari Kodam XVIII/Kasuari, yang merupakan aset daerah Kabupaten Manokwari yang perlu dilindungi dari kepunahan, kondisinya memang sangat mengkhwatirkan, walaupun saat ini terlihat ekosistem mangrove tapi tak cukup menopang keberadaan pulau tersebut.

Harus ada langkah nyata dari seluruh pihak termasuk Kodam XVIII/Kasuari untuk saling bergandengan tangan mari bangkitkan semangat menyelamatkan dan melestarikan pulau Raimuti dari kepunahan,” tambah Pangdam.

Sebagai informasi, dulunya pulau Raimuti adalah pulau besar yang dihuni penduduk, namun karena ada gempa bumi dan gelombang tsunami berkekuatan besar yang terjadi di Biak 17 Februari 1996 menyebabkan setengah luas pulau tersebut tengelam. (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT