SORONG – Warga Kelurahan Klakblim, Kecamatan Klaurung, Kota Sorong memberikan apresiasi kepada Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (purn) Drs. Paulus Waterpauw,M.Si atas respon cepatnya dalam penanganan banjir di Kota Sorong. Terlebih di tempat tinggal mereka yang sudah 5 tahun tidak mendapatkan perhatian saat terjadi banjir.
Kelurahan Klakblim selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya, bahkan jika daerah lain aman, namun 500 kepala keluarga di daerah ini selalu terkena banjir.
Salah seorang warga Klakblim Natzer Wael yang juga Ketua RW 06, yang membawahi 5 RT mengaku semenjak kedatangan Dinas PUPR Papua Barat, lokasi tempat tinggal mereka kini tak lagi banjir, bahkan saat daerah lain terkena banjir susulan mereka aman dari banjir. Padahal biasanya kelurahan ini selalu alami kebanjiran saat turun hujan. <span;>Wael mengatakan Dinas PUPR menurunkan tiga alat berat untuk penanganan banjir di lokasi mereka.
“Awalnya jadi basis banjir, ada kalanya Sorong aman kami kena banjir, alhamdulillah puji Tuhan, saat dijabat Pak Komjen Paulus Waterpauw, beliau mendengar aspirasi warga, dan langsung menurunkan Dinas PU. Akhirnya saat ini tempat tinggal kami sudah tidak mengalami kebanjiran,” ujar Natzer Wael, Jumat (2/9/2022).
Selain itu, Christo Doni Kelen warga dari RT 5, RW 4 juga memberikan apresiasi kepada Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (purn) Drs. Paulus Waterpauw. M.Si, atas respon cepatnya dalam penanganan banjir di Kota Sorong, khususnya di tempat tinggal mereka yang selama ini tidak pernah diperhatikan saat terjadi banjir. <span;>Hal yang sama juga di sampaikan Jacklin warga RT 05.
“Saya atas nama perwakilan ketua RT 5, kami warga di sini sangat berterimakasih kepada Kaka Besar Bapak Paulus Waterpauw atas respon cepatnya melihat kami. Selama ini tidak pernah disentuh, kalau mau dilihat sudah 5 tahun, baru kali ini kami mendapat perhatian, kami sangat merasa bangga, ” aku Christo.
“Kami warga RT 5 belakang, berterimakasih kepada Bapak gubernur dan kadis PU, karena sudah penanganan banjir kepada kami, yang sudah kurang lebih 4 tahun tidak ada penanganan sama sekali, harapan kepada pemerintah kota Sorong lebih tanggap dan turun kepada kami di masyakarat melihat situasi masyakarat, ” ujar Jacklin. (Rls/ACM_2)






















