MANOKWARI, acemo.co.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat mendorong agar Program Papua Barat Cerdas turut menyentuh kalangan pekerja jurnalistik melalui pelatihan, pendidikan, dan berbagai program peningkatan kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan wartawan menghadapi perubahan ekosistem media di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam, mengatakan organisasi yang dipimpinnya dalam waktu dekat akan kembali menyelenggarakan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para wartawan. Pelatihan tersebut akan mencakup kompetensi jurnalistik hingga keterampilan literasi konten kreator.
Menurut Bustam, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Kondisi itu menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam menghasilkan berita yang akurat dan berimbang, tetapi juga dalam mengemas informasi agar menarik, mudah dipahami, dan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik.
“Dunia kewartawanan saat ini terus berubah. Tidak cukup hanya mampu menulis berita yang akurat dan berimbang. Wartawan masa kini juga dituntut memahami bagaimana menyajikan informasi yang menarik, mudah dipahami, dan tetap patuh pada kaidah jurnalistik. Itulah mengapa kami menggabungkan materi jurnalistik dengan literasi konten kreator,” kata Bustam, Rabu (14/10/2026).
Pelatihan yang disiapkan PWI Papua Barat akan membekali peserta dengan sejumlah materi, di antaranya prinsip dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, penerapan etika dan kode etik jurnalistik, verifikasi fakta, serta upaya mencegah penyebaran informasi palsu atau hoaks.
Selain itu, wartawan juga akan mendapatkan materi dasar pembuatan konten kreatif dan edukatif yang tetap memperhatikan ketentuan hukum serta hak cipta. Literasi digital juga menjadi bagian penting untuk mendorong wartawan lebih bijak dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi melalui berbagai platform digital.
Bustam menegaskan, peningkatan kapasitas tersebut tidak semata-mata bertujuan meningkatkan keterampilan teknis wartawan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi wartawan sebagai salah satu garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, terpercaya, dan mencerdaskan masyarakat.
“Kami ingin wartawan di Papua Barat tidak hanya mampu bersaing secara nasional, tetapi juga menjadi teladan dalam menyajikan informasi yang mendidik, membangun, dan menyatukan masyarakat. Dengan bekal literasi konten kreator, diharapkan wartawan dapat lebih kreatif menyajikan berita, sehingga informasi penting dapat lebih mudah diterima dan dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarsesama wartawan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan budaya belajar dan berkembang bersama.
PWI Papua Barat juga mengharapkan keterlibatan wartawan dari seluruh kabupaten dan kota agar peningkatan kompetensi dapat dirasakan secara lebih merata.
“Peningkatan kompetensi tidak pernah berhenti. Semoga melalui pelatihan ini, terlahir wartawan yang semakin profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi terwujudnya informasi yang benar, terang, dan bermanfaat bagi masyarakat Papua Barat dan Indonesia pada umumnya,” katanya.
Di sisi lain, Bustam berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun pemerintah kabupaten memberikan dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas pekerja jurnalistik melalui Program Papua Barat Cerdas.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan pada sektor pendidikan secara umum, tetapi juga dapat memberikan ruang bagi pekerja jurnalistik untuk memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan program edukasi yang relevan dengan kebutuhan profesi di era digital.
“Harapan kami, Program Papua Cerdas juga perlu menyentuh pekerja jurnalistik di Papua Barat, baik dalam bentuk pelatihan, pendidikan maupun program-program edukasi dalam meningkatkan kemampuan para jurnalis dalam menghadapi era digital,” pungkas Bustam. (rls)






















