Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

NASIONAL · 27 Jun 2022 06:27 WIT

Raih 9 Gold dan 3 Silver, Kontingen Papua Barat Gagal Pertahankan Juara Pesparawi Nasional


 Raih 9 Gold dan 3 Silver, Kontingen Papua Barat Gagal Pertahankan Juara Pesparawi Nasional Perbesar

YOGYAKARTA – Dalam event Pesparawi Nasional XIII, Kontingen Provinsi Sumatera Utara berhasil merebut juara umum dari tangan Papua Barat setelah berhasil meraih 12 predikat gold dari seluruh mata lomba yang dipertandingkan. 

Papua Barat sendiri harus puas dengan raihan 9 predikat gold dan 3 predikat silver. Atas prestasi tersebut, Sumatera Utara berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden RI. Sementara Piala LPPN diraih oleh Kontingen Jawa Barat. 

Diawali dengan ibadah singkat, event Akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII yang berlangsung sejak 19 Juni lalu resmi ditutup oleh Plt. Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Pontus Sitorus, Minggu (26/6/22) malam.

Penutupan yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY, Anggota DPR RI, Plt Dirjen Bimas Katolik, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Ketua harian LPPN.

Dalam laporannya, wakil gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X menyebut, jika dipandang melalui kaca mata pluralism, maka Pesparawi telah menjadi pesta lintas agama.

“Sebuah bukti nyata indahnya toleransi. Kepada para pemenang dan juara umum, saya juga menyampaikan selamat. Kemenangan tersebut merupakan buah baik dari sawiji, greget, sengguh dan ora mingkuh sebagaimana sempat disinggung pada acara pembukaan beberapa hari lalu,” kata Wagub DIY, yang juga merupakan Ketua Umum Pesparawi Nasional XIII.

Sementara itu, Plt. Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Pontus Sitorus dalam sambutannya mengatakan Pesparawi merupakan salah satu bentuk kegiatan kerohanian yang sekaligus memperhatikan, menghargai dan mendorong pengembangan seni budaya yang bernafaskan keagamaan di Indonesia.

“Dengan suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIII, menunjukan masyarakat Yogyakarta adalah masyarakat yang rukun, damai, menjunjung tinggi toleransi, tenggang rasa dan nilai-nilai luhur kearifan masyarakat,” sebut Pontus yang juga merupakan Ketua Umum LPPN.

“Melalui pelaksanaan Pesparawi Nasional XIII, pembinaan kehidupan umat beragama bisa semakin ditingkatkan karena agama merupakan landasan spiritual dan moral,” tandas Pontus.

Pesparawi Nasional XIII mempertandingkan 12 kategori lomba, yaitu Solo Anak (7-9 tahun), Solo Anak (10-13 tahun), Paduan Suara Anak (7-13 tahun), Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Vocal Group Remaja, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, Musik Pop Gerejawi (MPG) dan Musik Gerejawi Nusantara (MGN). (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT