Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 26 Nov 2022 05:02 WIT

Anjungan Prov. Papua Barat TMII Diresmikan Pj.Gubernur Paulus Waterpauw


 Anjungan Prov. Papua Barat TMII Diresmikan Pj.Gubernur Paulus Waterpauw Perbesar

JAKARTA – Anjungan Daerah Provinsi Papua Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta yang direnovasi  (revitalisasi) sejak bulan September 2022 lalu, akhirnya diresmikan Penjabat Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si, Jumat (25/11/2022).

Dalam jangka waktu dua bulan lebih tim panitia dipimpin Plt Kepala Dinas PUPR Papua Barat Yohanes Momot mampu merevitalisasi anjungan dalam bentuk rumah adat suku besar arfak, kaki seribu.

Diketahui sejak tanggal 23 April 2012 Anjungan Papua Barat ini diresmikan mantan Gubernur Alm Abraham O. Atururi, kemudian dalam rangka G20, Mendagri Tito Karnavian dan Mensesneg Pratikno mengingatkan untuk perbaikan.


Instruksi kedua Menteri itu langsung direspon cepat dengan memberikan instruksi kepada Plt Kadis PUPR bersama tim dengan merubah sejumlah ornamen budaya papua yang mencerminkan ciri khas papua.

“Serambi depan ini kita tambahkan dengan ornamen asli papua, anggarannya dari APBD Perubahan 2022,” ujar Paulus Waterpauw.

Diakui Waterpauw bahwa revitalisasi ini belum semua sesuai dengan harapannya dimana hasil dua videotron, pertama terkait dengan hasil kerja selama 6 bulan kemudian kedua tentang potensi daerah.

“Sebenarnya saya mau itu videotron pertama untuk wilayah Sorong Raya, kedua untuk Manokwari Raya dan ketiga untuk Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak dan Kaimana terkait dengan sumber daya dan potensi alam, tapi saya pikir ini sudah sangat luar biasa karena dalam jangka waktu dua bulan lebih sedikit sudah bisa selesaikan revitalisasi,” tuturnya.

Menurut Waterpauw bahwa dari anjungan Papua Barat yang sebelumnya biasa, tampilannya kini sedikit berbeda warna lebih khas papua.

Sementara itu, mantan Ketua MRPB Maksi Ahoren mengapresiasi revitalisasi anjungan daerah Papua Barat yang dikerjakan lebih cepat.


“Kami lembaga kultur mengapresiasi apa yang dilakukan mantan Gubernur Papua Barat Abraham Atururi kemudian dilanjutkan Gubernur kedua Dominggus Mandacan dan Pj Gubernur Paulus Waterpauw saat ini, sangat luar biasa ya karena anjungan daerah papua barat TMII ini disulap menjadi rumah kaki seribu, orang pegunungan” ujar Maksi Ahoren kepada wartawan.

Namun Maksi juga minta supaya atap dari anjungan ini dibuat bentuk penyu atau kura-kura (teteruga) simbol masyarakat pantai.

Peresmian revitalisasi anjungan daerah Papua Barat Taman Mini Indonesia Indah Jakarta diawali dengan penandatanganan prasasti Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Pj Ketua Tim Penggerak PKK Papua Barat, Ny Roma MP Waterpauw.

Hadir dalam peresmian revitalisasi anjungan daerah Papua Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), mantan Ketua MRPB Maksi Ahoren, Anggota DPD RI dapil Papua Barat Filep Wamafma dan M. Sanusi Rahaningmas, pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Papua Barat, Bupati Manokwari Hermus Indou, mantan Wakil Gubernur PB Irene Manibuy dan Mohammad Lakotani. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT