MANOKWARI – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melauncing program penyelesaian tata batas menuju penetapan Kawasan hutan 100% di seluruh Indonesia. Dari Program tersebut Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKHTL) Wilayah XVII Manokwari turut berpartisipasi dengan melakukan pemetaan sisa lahan seluas 2.258.328 (26%) hektar yang belum dipetakan.
Dijelaskan oleh Kepala Sub Bag. Tata Usaha BPKHTL Wilayah XVII Manokwari, Teddy Yosep Nainggolan, S.Sos.,M.AP., bahwa launcing penyelesaian tata batas menuju penetapan Kawasan hutan 100% khususnya di wilayah kerjanya yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya tersisa 26% lagi yang akan dikerjakan pada tahun ini.

Launching Oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc
“Kami mendapat bagian menangani 2 provinsi yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya, sehingga kami memiliki tanggung jawab menyelesaikan sekitar 1.455 km (26%) Kawasan hutan yang belum di tetapkan”, ujar Teddy usai launcing secara Virtual di Kantor BPKHTL Wilayah XVII Manokwari, Senin (30/1/2023).
Teddy juga menjelaskan bahwa luas total hutan di wilayah tugasnya seluas 9.713.137 hektar dan kini tersisa 2.258.328 hektar yang akan dilakukan pemetaan. Ada 4 daerah yang menjadi focus dalam pemetaan tahun ini. Dimana untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya luas Hutan yang harus di lakukan pemetaan seluas 9.713.137 hektar, dan yang sudah di tetapkan 7.454.809 hektar. Yang dikerjakan saat ini terdiri dari 1 kota dan 3 kabupaten yaitu Manokwari 161 km tata batas, dan yang terbanyak di Raja Ampat 732 km, sorong 533 km, dan Kota Sorong 26 km.

Vicon Launcing penyelesaian tata batas menuju penetapan Kawasan hutan 100%
Dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKHTL) Wilayah XVII Manokwari nantinya akan menurunkan tim untuk melakkan pemetaan kewilayah yang belum diselesaikan, dimana tahun ini akan dioptimalkan mencapai target 100%.
“Untuk tim yang akan di turunkan ke lapangan akan di bentuk 5 regu dan melibatkan UPT KLHK juga pemerintah daerah, maupun masyarakat kampung sekitar. Kami optimis tahun ini target 100% bisa di dapat bahkan dapat selesai di November mendatang”, ungkapnya.

“Untuk kendala di lapangan biasa dari kurangnya pemahaman masyarakat yang belum memahami tentang fungsi kawasan hutan”, tutup Teddy. (ACM_2).






















