MANOKWARI – Stasiun Klimatologi Papua Barat selaku unit pelaksana teknis BMKG melaksanakan press rilis prakiraan musim kemarau tahun 2023 di daerah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Press rilis yang digelar secara online dipimpin oleh Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat Uci Sanusi, Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, dan melalui online diikuti Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Dodo Gunawan, di kantor Stasiun Klimatologi Papua Barat, Selasa (4/4/2023).

Dalam pemaparan Forcaster Staklim Papua Barat Rosita Rakhim menjelaskan prakiraan awal musim Kemarau tahun 2023 di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terdekat diprakirakan pada bulan Mei yaitu pada wilayah Kabupaten Manokwari meliputi Manokwari Utara, Manokwari Barat, dan Manokwari Timur.
Sedangkan prakiraan awal musim Kemarau paling akhir diprakirakan pada November 2023 pada zona musim di wilayah sebagian besar Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari (Distrik Sidey, sebagian Distrik Prafi, Distrik Warmare, Distrik Tanah Rubuh), Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Teluk Bintuni.

Beberapa daerah di Papua Barat diprakirakan juga akan mengalami kemajuan (kemarau) dari normalnya yaitu meliputi Kabupaten Manokwari (Manokwari Utara, Manokwari Barat, Manokwari Timur, Sidey bagian timur laut, sebagian Prafi bagian barat daya, bagian selatan Warmare, bagian barat Tanah Rubuh), Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Manokwari Selatan.
Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat, Uci Sanusi menyampaikan hasil prakiraan tersebut diharap dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama pemerintah daerah, untuk melihat perkembangan iklim dalam mendorong program daeah.

Kepala Stasiun Klimatologi Papua Barat Uci Sanusi.
“Tujuan dari press rilis ini untuk memberikan informasi iklim prakira musim kemarau rahun 2023 kepada masyarakat maupun stakeholder di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Sehingga Hasil dari kegiatan ini nantinya dapat bermanfaat bagi program kerja pemerintah daerah”, ujar Uci.

Pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat juga diharapkan untuk mewaspadai wilayah – wilayah yang akan memasuki musim kemarau. Masyarakat dan instansi perlu memperhatikan dan selalu mewaspadai kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan curah hujan dengan intensitas tinggi yang dapat terjadi saat masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Diharapkan selalu waspada bagi daerah-daerah yang diprakirakan rawan/ berpotensi banjir pada saat masa transisi. (ACM_2)






















