MANOKWARI – Di hari spesial bagi seluruh jajaran Polri, Pangdam XVIII Kasuari memberikan hadiah sebagai ucapan HUT Bhayangkara ke-77 kepada Kapolda Papua Barat bersama jajaran.
Momen eratnya sinergitas antara TNI dan Polri sangat terasa dalam acara HUT Bhayangkara ke-77, dimana Pangdam XVIII Kasuari bersama jajaran memberikan kue ucapan HUT Bhayangkara kepada Kapolda Papua dan jajaran.
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI. Gabriel Lema dalam kesannya menyampaikan bahwa HUT Bhayangkara merupakan kebahagiaan bersama dalam sinergitas untuk mengawal NKRI.
“Ini adalah suatu ungkapan hati yang sederhana yang merupakan ikatan hati yang tak akan terpisahkan oleh waktu dan perubahan apapun di Republik Indonesia “, ujarnya.
Mewakili prajurit TNI di wilayah Papua Barat dirinya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-77 kepada seluruh jajaran Polri di Papua Barat.
Dirinya berpesan dalam usia 77 tahun Polri dapat selalu mengayomi masyarakat dan Presisi untuk Negeri.
“Tetap semangat, sehat semakin sukses dan bersama tetap mengawal keamanan masyarakat. Sinergitas ini merupakan perayaan kita bersama”, pesannya.
“Tetap semangat dimanapun berada lakukan tugas dan pegang terus rantai komando untuk melindungi masyarakat. Bersama TNI Polri rakyat akan kuat, damai, sejahtera”, tambah Pangdam.

Diterima oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dukungan dan apresiasi kepada jajaran TNI.
“Saya mewakili 7.421 personil di seluruh Papua Barat dan Papua Barat Daya di 13 Polres menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat atas dukungan sehingga kami bisa sampai saat ini di usia 77 tahun, terutama kepada Pangdam XVIII Kasuari dan seluruh jajaran TNI atas dukungan dan bantuan kepada Polri”, tuturnya.
Kapolda juga tetap meminta dukungan dan terus mengevaluasi kinerja Polri di Tanah Papua.
“Apabila ada pelayanan yang masih kurang saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan kami akan selalu mengevaluasi dalam hubungan dan cara dalam pelayanan kepada masyarakat”, pungkas Silitonga. (ACM_2)






















