MANOKWARI – Wakil Presiden Prof. DR. K.H Ma’ruf Amin membuka Konferensi Hari Pekabaran Injil (HPI) ke-168 PGGP Se Tanah Papua yang berlangsung di Ballroom Aston Niu Manokwari, Sabtu (15/7/2023).
Wapres mengaku setiap bertemu dengan para tokoh agama, dirinya merasakan atmosfer kebahagiaan, kedamaiam dan keharmonisan yang terpancar dari Tanah Papua.
” Saya berbahagia bertemu kembali dengan pimpinan PGGP setelah beberapa waktu lalu bertemu di Jayapura dengan para tokoh agama,” ungkap K.H. Ma’ruf Amin.
Lanjut Wapres mengatakan Gereja menyandang peranan penting di Tanah Papua dalam penggalan perjalanan peradaban Papua dari waktu ke waktu.
” Hari ini kita berada di Manokwari yang menjadi saksi sejarah kehadiran penginjil Ottow dan Geisler pada 5 Februari 1825. hal ini menjadi penanda dimulainya peradaban baru di tanah papua,” ujarnya.
Ajaran kasih telah memberikan warna tersendiri ditengah masyarakat Papua sekaligus menjadi landasan kokoh bagi pembangunan di tanah papua. Dengan prinsip kasih gereja menjadi pelaku utama dalam menjalankan pelayanan sosial dasar,pendidikan, kesehatan, ekonomi dan beragam aspek lainnya dalam pertumbuhan masyarakat.
Tugas illahiah gereja yakni menyebarkan pesan-pesan Tuhan dan menunjukkan jalan Tuhan di Tanah Papua dan seiring dengan itu Gereja bekerja bagi Tuhan dalam upaya mensejahterahkan rakyat Papua.
Para pendeta dan tokoh agama khususnya tidak hanya mengajarkan keshalehan individu agar rakyat dekat dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan keshalehan sosial agar rakyat Papua mendapatkan pelayanan sosial termasuk pendidikan dan ekonomi.
” Pelayanan gereja telah meletakan pelayanan dasar bagi pemerintah untuk melakukan kolaborasi penguatan layanan publik bagi masyarakat Papua,” imbuhnya.
Dewasa ini kita berada di era teknologi digital yang terbukti mampu mengubah landscape dunia dengan sangat pesat. Kita juga dihadapkan dengan trend global yang harus disikapi dengan bijak. Dengan konteks global ini, pemerintah terdorong untuk bekerja secara strategi, dengan ide-ide inovatif guna mewujudkan transformasi ekonomi nasional yang inclusive, berkelanjutan dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Wapres juga mengingatkan untuk terus merawat ikatan kebangsaan diantara masyarakat indonesia yang maju. Perbedaan menjadi modal sosial demi memperkuat pembangunan nasional dan daerah.
” Saya merasakan Papua menjadi contoh terbaik dan model harmoni kebangsaan Indonesia. Praktek dan nilai-nilai lokalitas seperti satu tungku tiga batu mampu memyatukan hati dan langkah dari agama, adat dan pemerintah,” tuturnya.
Saat ini Tanah Papua berada dalam suasana perubahan,dibawah payung otonomi khusus kehadiran provinsi baru sejatinya menjadi penegasan komitmen negara untuk membangun rumah besar tanah papua yang lebih sejahtera adil dan makmur.
Dalam semangat baru pula, Konferensi II PGGP turut memegang peranan strategis dan akan menghasilkan rekomendasi pikiran gereja untuk kebaikan dan kesejahteraan bersama sebagaimana tahun lalu yang saya terima rekomendasinya.
Untuk itu, Wapres memberikan 5 poin pesan yang harus mejadi perhatian bersama, yaitu :
1. Pentingnya keserasian sayap pendekatan birokrasi pemerintah dengan sayap pendekatan kultural keagamaan. Berbagai kegiatan dapat berjalan dan berkolaborasi dengan kemitraan gereja.
2. Pimpinan PGGP dan Sinode diharapkan untuk mendorong percepatan pembangunan dengan semangat rumah besar Tanah Papua.
3. Pimpinan PGGP, Sinode dan tokoh agama diajak untuk merumuskan strategi besar dan rancangan kerja sesuai dengan kontekstual Papua untuk masa 20 tahun ke depan. Pemikiran gereja hendaknya sesuai dengan design besar pemerintah yang disebut rencana induk percepatan pembangunan Papua tahun 2022-2041.
4. PGGP diminta intens melakukan sinergi, kolaborasi dan koordinasi dengan Kementerian, Lembaga, dan para pihak lainnya dalam hal ini BP3OKP untuk terus mengawal persiapan, perencanaan dan pelaksanaan program quick win sesuai kontekstual Papua.
5. Sebagai wujud kerjasama dan kolaborasi pemerintah, Wapres mengapresiasi pendirian Papua Christian Center (PCC) di Jayapura dengan harapan PCC dapat berdiri di era kabinet Indonesia Maju sehingga berguna bagi kemuliaan rakyat Papua. Dan untuk gereja sebagai tempat pendidikan guru, semoga hal itu juga segera bisa dilaksanakan.
Diakhir sambutannya, Wapres juga secara resmi melounching pembangunan gedung Papua Christian Center (PCC) di Jayapura. (ACM_2)






















