Menu

Mode Gelap
37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional Semarak Jelang PESPARAWI Nasional XIV, Ratusan Peserta Pawai Keliling Manokwari Bawa Piala Presiden Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari

PAPUA BARAT · 22 Agu 2023 14:02 WIT

Pasca Insiden Di Fakfak, Kapolda Papua Barat : Pengamanan Diperketat dan 50 Orang Sudah Diperiksa


 Pasca Insiden Di Fakfak, Kapolda Papua Barat : Pengamanan Diperketat dan 50 Orang Sudah Diperiksa Perbesar

MANOKWARI – Polda Papua Barat menambah personil untuk memperketat pengamanan di Kabupaten Fakfak setelah pembakaran dua kantor distrik dan satu sekolah di Kabupaten Fakfak, tepatnya distrik Kramomongga dan Fakfak Tengah.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitong. Ia menegaskan bahwa pengamanan di Kabupaten Fakfak tetap diperketat dengan adanya tambahan personel Polda sebanyak dua peleton dan satu SSK (satuan setingkat kompi).

“Pengamanan dipertebal, sampai sekarang anggota Brimob Polda masih di Fakfak,” ujar Daniel Silitonga, Selasa (22/8/2023) di Bandara Rendani.

Polda Papua Barat juga telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih kurang 50 saksi guna mencari keterangan lebih banyak terkait kasus pembakaran dua kantor distrik dan satu sekolah di Kabupaten Fakfak.

“Sampai sekarang sudah ada 50-an orang yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik,” kata Kapolda.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Fakfak, dan masyarakat setempat juga memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkapkan kasus tersebut.

“Masyarakat sudah terbuka dengan penyidik. Mungkin awal-awal mereka takut, doakan saja semoga cepat terungkap,” tambah Daniel.

Kepolisian bersama TNI terus memaksimalkan penyelidikan hingga pelaku pembakaran ditangkap. Dirinya menambahkan bahwa kelompok yang diduga terafiliasi kelompok yang terorganisir perlu dibuktikan dengan hasil penyelidikan kepolisian.

“Dugaan keterlibatan kelompok terorganisir perlu dibuktikan, makanya perlu kerja sama,” jelasnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 199 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Papua Tengah Andalkan PSW Target Champion di Pesparawi Nasional XIV

26 Juni 2026 - 15:02 WIT

Gubernur Mandacan Pastikan Pemda Akan Penuhi Kebutuhan Dasar Ex Anggota OPM Yang Kembali ke NKRI

26 Juni 2026 - 14:46 WIT

24 Provinsi Bersaing Pada Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional XIV

26 Juni 2026 - 11:07 WIT

Pangkogabwilhan III Sebut Pembangunan di Papua Tidak Bisa Gunakan Kekerasan Bersenjata

25 Juni 2026 - 21:36 WIT

37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI

25 Juni 2026 - 21:33 WIT

Munas LPPN 2026 Forum Penentuan Tuan Rumah Pesparawi Nasional Selanjutnya

25 Juni 2026 - 10:42 WIT

Trending di PAPUA BARAT