MANOKWARI – Polda Papua Barat menambah personil untuk memperketat pengamanan di Kabupaten Fakfak setelah pembakaran dua kantor distrik dan satu sekolah di Kabupaten Fakfak, tepatnya distrik Kramomongga dan Fakfak Tengah.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitong. Ia menegaskan bahwa pengamanan di Kabupaten Fakfak tetap diperketat dengan adanya tambahan personel Polda sebanyak dua peleton dan satu SSK (satuan setingkat kompi).
“Pengamanan dipertebal, sampai sekarang anggota Brimob Polda masih di Fakfak,” ujar Daniel Silitonga, Selasa (22/8/2023) di Bandara Rendani.
Polda Papua Barat juga telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih kurang 50 saksi guna mencari keterangan lebih banyak terkait kasus pembakaran dua kantor distrik dan satu sekolah di Kabupaten Fakfak.
“Sampai sekarang sudah ada 50-an orang yang diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik,” kata Kapolda.
Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Fakfak, dan masyarakat setempat juga memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkapkan kasus tersebut.
“Masyarakat sudah terbuka dengan penyidik. Mungkin awal-awal mereka takut, doakan saja semoga cepat terungkap,” tambah Daniel.
Kepolisian bersama TNI terus memaksimalkan penyelidikan hingga pelaku pembakaran ditangkap. Dirinya menambahkan bahwa kelompok yang diduga terafiliasi kelompok yang terorganisir perlu dibuktikan dengan hasil penyelidikan kepolisian.
“Dugaan keterlibatan kelompok terorganisir perlu dibuktikan, makanya perlu kerja sama,” jelasnya. (ACM_2)






















