Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 25 Okt 2023 16:50 WIT

Tak Terima Disinggung Dalam Apel, Praka DRB Bacok Komandannya Hingga Derita 12 Jahitan


 Foto Istimewa (ilustrasi) Perbesar

Foto Istimewa (ilustrasi)

MANOKWARI – Beredar luas di media sosial informasi pembacokan Perwira TNI Rindam XVIII/Kasuari oleh anggotanya, lantaran diduga mengucapkan kata rasis saat melaksanakan apel pagi, Sabtu (21/10/2023) lalu di Mako Rindam XVIII/Kasuari yang terletak di Momiwaren Kabupaten Manokwari Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologi kejadian bermula pada hari Sabtu pukul 07.30 WIT, dilakukan apel pagi satdik secata Rindam XVIII/Kasuari sekaligus pengecekan personel untuk persiapan korve kesiapan penerimaan siswa Secata PK Reguler TNI-AD Gel II TA 2023.

Kemudian pada pukul 07.45 WIT, setelah apel bubar Praka Drik Rian Bayoa diketahui mendatangi Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari Letkol Inf. Tamami di kantin secata dan langsung melakukan pembacokan dibagian belakang kepala sebelah kanan yang mengakibatkan luka robek dengan 12 jahitan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII Kasuari Kolonel Inf. Syawaludin Abuhasan saat dikonfirmasi, Rabu (25/10/2023) membenarkan kejadian tersebut, namun dengan tegas membantah video perkataan rasis seperti yang beredar luas di jagat maya.

Kapendam mengatakan jika yang bersangkutan dalam hal ini Praka Drik Rian Bayoa mendapat penekanan dalam apel oleh Dansatdik Secata Rindam XVIII/Kasuari Letkol Inf. Tamami, namun karena tidak terima kemudian melakukan pembacokan.

” Saya tegaskan bahwa video perkataan rasis itu tidak benar. Yang benar adalah yang bersangkutan tersinggung saat apel itu diberi penekanan karena ada masalah sedikit. Dia tersinggung karena di depan orang banyak saat apel dia menahan diri. Nah setelah apel, dia dongkol barulah mendatangi Dansatdik ini kemudian dibacok dengan parang,” ungkap Kolonel Inf. Syawaludin.

” Jadi tidak benar kalau karena ucapan rasis,” imbuhnya.

Lanjut kata Syawaludin, usai kejadian tersebut Praka DRB langsung diamankan oleh Provost dan Pam dari rumahnya dan selanjutnya dibawa menuju Pomdam XVIII/Kasuari untuk diproses lebih lanjut.

” Saat ini yang bersangkutan sudah tahan di Pomdam untuk proses lebih lanjut, sedangkan Letkol Tamami sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit,”pungkasnya. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 200 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT