Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 13 Jan 2025 10:32 WIT

Sepanjang 2024, PT. Jasa Raharja Papua Barat Bayar Santunan Kecelakaan Rp 8 Milyar


 Kepala PT. Jasa Raharja Papua Barat, Kemal Karman K,SE.,MM.,QWP., CBHCM.,CHCO.,. Perbesar

Kepala PT. Jasa Raharja Papua Barat, Kemal Karman K,SE.,MM.,QWP., CBHCM.,CHCO.,.

MANOKWARI – Sepanjang tahun 2024, PT. Jasa Raharja membayarkan santunan kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya sebesar Rp. 8.115.894.140 ( Delapan milyar seratus lima belas juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu seratus empat puluh rupiah).  Hal itu diungkapkan Kepala PT. Jasa Raharja Papua Barat, Kemal Karman K,SE.,MM.,QWP., CBHCM.,CHCO., Senin (13/1/2025).

Kemal merincikan jumlah santunan tersebut diberikan berdasarkan sifat cedera dimana korban meninggal dunia (MD) sebesar Rp. 2.600.000.000 dengan total korban sebanyak 52 orang. Kemudian santunan korban luka-luka (LL) sebesar Rp.5.515.894.140 dengan total korban sebanyak 529 orang.

Berbeda dengan  jumlah santunan di tahun 2023 yang lebih tinggi, dimana PT. Jasa Raharja membayarkan santunan kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya sebesar Rp 12.029.645.842 ( Dua Belas Milyar Dua Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Delapan Ratus Empat Puluh Dua Rupiah). 

“ Di tahun 2024 jumlah santunan yang dibayarkan kepada korban kecelakaan sedikit menurun dibandingkan di tahun 2023 lalu yaitu dari 12 Milyar di tahun 2023 turun menjadi 8 milyar di tahun 2024,” jelas Kemal.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirangkum Jasa Raharja Papua Barat penyumbang angka kecelakaan lalu lintas terbanyak di wilayah kepala burung ini ada pada rentang usia produktif  atau gen Z yakni usia 16 hingga 24 tahun.

” Saat ini penyumbang laka terbanyak memang dari usia produktif atau generasi Z. Hal ini dikarenakan berbagai faktor seperti berkendara dalam keadaan mabuk, berkendara sambil bermain gadget, kecepatan kendaaran yang melebihi batas aturan serta tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman,” tukasnya. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Gubernur Dominggus Mandacan Soroti Absensi Dan LHKPN Pejabat Pemprov PB

31 Maret 2026 - 10:08 WIT

23 OPD Pemprov Papua Barat Belum Lakukan Peng-Inputan Sirup

30 Maret 2026 - 22:19 WIT

Gubernur Dominggus Optimis Tahun Ini Pemprov PB Kembali Raih Opini WTP

30 Maret 2026 - 14:35 WIT

Trending di PAPUA BARAT