MANOKWARI – Tidak terakomodir dalam hasil seleksi rekruitmen DPRP jalur pengangkatan khusus, mematik protes dari Sub Suku Moy Boray di Manokwari. Koordinator Aksi Sub Suku Moy Boray, Yonex Saiba mengatakan pihaknya merasa dirugikan oleh Kesbangpol dalam proses rekuitmen DPR Otsus Papua Barat yang didalamnya tidak mengakomodir Sub Suku Moy Boray.
Ia menjelaskan setelah tahapan seleksi tertulis, munculah hasil 6 nama yang mengakomodir keterwakilan dari suku Hatam, Sough, Meyah, Moile sedangkan suku Moy Boray tidak terakomodir, sehingga pihaknya menyayangkan hal tersebut.
“ Setelah hasil seleksi tertulis muncul 6 nama, kemudian muncul lagi aksi protes dari LMA yang kemudian memunculkan opsi menambah kuota pengusulan nama lagi. Namun pansel dan juga Kesbangpol tidak meneliti secara baik apakah sudah mewakili 5 suku yang ada di Manokwari atau belum khususnya untuk keluarga besar Sub Suku Moy Boray yang ada dan mendiami tanah bumi arfai,” jelas Yonex Saiba.
Ditambahkan Yonex, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim pansel DPRP jalur pengangkatan, namun Kesbangpol Papua Barat tidak menerima aspirasi dari pihak sub suku Moy Boray. Dengan demikain pihaknya merasa bahwa Kesbangpol Papua Barat tidak mengakui legalitas suku Moy Boray yang telah terdaftar di Kesbangpol Manokwari.
“Kami sudah melakukan pendekatan ini kepada pansel, dan kami sudah menyampaikan ini kepada tim pansel, kemudian tim pansel sudah siap menerima kalau memang hal itu ada dalam mekanisme pansel siap menerima,” tambahnya.
“ Tetapi dari Kesbangpol tidak menerima aspirasi kami, padahal legalitas kami jelas di Kesbangpol Manokwari jadi kami merasa dirugikan dan dianaktirikan. Jadi, kami mohon kepada Pemerintah dan Tim Pansel serta Kesbangpol Papua Barat tolong juga melihat dan menghargai kami, sebagai anak adat yang mempunyai wilayah adat Sub Suku Moy Boray, “ sambungnya
Yonex menegaskan jika wilayah dusun Sub Suku Moy Boray telah digunakan untuk pembangunan Kodam XVIII/kasuari, Pabrik Semen, Polda Papua Barat dan kompleks perkantoran Gubernur di Arfai, sehingga kontribusi tersebut harus dilihat dan dihargai.
Dikatakan Yonex, pihaknya hanya menginginkan adanya 1 kursi keterwakilan anggota DPRP dari sub suku Moy Boray sebagai bukti kehadiran negara untuk mereka.
Yonex Saiba mengatakan apabila aspirasi mereka tidak diindahkan oleh Kesbangpol Papua Barat makan pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar terhadap wilayah Administrasi Perkantoran Gubernur Provinsi Papua Barat. (rls)






















