Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 17 Feb 2025 15:29 WIT

Pj. Sekda Papua Barat Lepas 22 Kadistrik Ikuti Pendidikan di IPDN Jawa Barat


 Pj. Sekda Papua Barat Lepas 22 Kadistrik Ikuti Pendidikan di IPDN Jawa Barat Perbesar

MANOKWARI – Sebanyak 22 kepala distrik Se-Papua Barat akan mengikuti program pendidikan Kepamong-Prajaan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang akan dilaksanakan Jatinangor Jawa Barat.

Pelepasan 22 kepala distrik se-Papua Barat dilakukan oleh Pj. Sekda Papua Barat, Yacob Fonataba di halaman kantor Gubernur Papua Barat, Senin (17/2/2025).

Pj Sekda Papua Barat, Yacob Fonataba dalam sambutannya mengatakan program pendidikan kepamong-prajaan merupakan syarat yang wajib dijalani seorang pamong sesuai surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, sehingga untuk saat ini Pemprov Papua Barat mengirimkan sebanyak 22 kepala distrik yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kepamong-prajaan untuk mengikuti diklat tersebut agar nantinya mendapatkan sertifikat profesi kepamong-prajaan.

“ Harapannya setelah mengiktui diklat sekitar satu tahun di kampus IPDN Jatinangor Jawa Barat, dapat memberikan bekal ilmu pemerintahan yang nantinya di terapkan di tempat pekerjaan saudara yaitu sebagai kepala distrik,” ujar Fonataba.

Kepala BKD Papua Barat, Herman Sayori menjelaskan puluhan kepala distrik yang mengikuti pendidikan program kepamong-prajaan tidak berlatar belakang pendidikan pemerintahan atau pendidikan pamong, namun berlatar belakang pendidikan umum sehingga sesuai surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri wajib untuk mengikuti pendidikan di kampus IPDN Jatinangor selama sekitar satu tahun.

“ Mereka ini bukan lulusan IPDN tetapi murni menjabat sebagai kepala distrik dengan latar pendidikan umum dan akan mengikuti pendidikan di Jatinagor selama 1 tahun . Ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian dalam negeri,” jelas Sayori.

Sementara itu, salah satu peserta pendidikan yaitu Kepala Distrik Fakfak Timur Tengah, Marthen Ronald Wouw mengatakan dari Kabupaten Fakfak ada 6 kepala distrik yang mengikut pendidikan. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Papua Barat yang telah bekerja sama dengan pemkab masing-masing dan dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sehingga program pendidikan tersebut dapat di jalani bersama rekan-rekannya sesama kepala distrik dari seluruh Provinsi Papua Barat.

“ Tanggal 19 Februari mereka akan terbang ke kampus IPDN Jatinangor Jawa Barat untuk mengikuti pendidikan dengan dua bagian yaitu teori dan praktek selama sekitar 9 hingga 12 bulan sebelum kembali bertugas di tempat masing-masing,” tukasnya. (Joostensz)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Gubernur Dominggus Mandacan Soroti Absensi Dan LHKPN Pejabat Pemprov PB

31 Maret 2026 - 10:08 WIT

23 OPD Pemprov Papua Barat Belum Lakukan Peng-Inputan Sirup

30 Maret 2026 - 22:19 WIT

Gubernur Dominggus Optimis Tahun Ini Pemprov PB Kembali Raih Opini WTP

30 Maret 2026 - 14:35 WIT

Trending di PAPUA BARAT