Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 28 Feb 2025 19:09 WIT

Cuaca Berawan Hilal Tak Telihat di Papua Barat


 Cuaca Berawan  Hilal Tak Telihat di Papua Barat Perbesar

MANOKWARI – Bidang Haji & Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1446 H di Distrik Masni, Manokwari, pada Jumat (28/2/2025). 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Haji & Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat, Ketua Pengadilan Agama (PA) Manokwari, Pimpinan Ormas Islam, serta Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor.

Dalam acara tersebut, Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, menyampaikan bahwa pemantauan rukyat untuk menentukan awal Ramadan di Pantai Masni terhambat oleh kondisi cuaca yang berawan. Akibatnya, pengamatan terhadap hilal atau bulan baru tidak dapat dilakukan secara optimal. 

” Dengan kondisi cuaca saat ini di Pantai Masni, dapat dipastikan bahwa hilal atau bulan baru tidak dapat terlihat,” ujar Luksen Jems Mayor.

Meski demikian, Luksen mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di antara umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metode antara ormas-ormas Islam, seperti Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, harapannya adalah agar semua pihak dapat melaksanakan Ramadan dengan baik.

“Perbedaan metode dalam penentuan awal Ramadan oleh beberapa ormas hendaknya tidak mengurangi semangat persatuan dalam menjalankan ibadah umat Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Manokwari, Muhammad Syauki, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria Mabims yang digunakan oleh pemerintah Indonesia, ketinggian hilal harus mencapai minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Kedua kriteria ini harus terpenuhi secara kumulatif. 

Di wilayah Manokwari, ketinggian hilal pada hari ini tercatat sekitar 3 derajat, namun sudut elongasinya hanya sekitar 5,3 derajat, sehingga kriteria elongasi belum terpenuhi.

Kondisi serupa juga terjadi hampir di seluruh wilayah Papua dan sebagian besar wilayah tengah hingga timur Indonesia, yang memiliki ketinggian dan sudut hilal yang hampir sama.

Oleh karena itu, meskipun hilal tidak terlihat, hasil pemantauan ini akan tetap di laporkan untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Itsbat yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta. (rls)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Gubernur Dominggus Mandacan Soroti Absensi Dan LHKPN Pejabat Pemprov PB

31 Maret 2026 - 10:08 WIT

23 OPD Pemprov Papua Barat Belum Lakukan Peng-Inputan Sirup

30 Maret 2026 - 22:19 WIT

Gubernur Dominggus Optimis Tahun Ini Pemprov PB Kembali Raih Opini WTP

30 Maret 2026 - 14:35 WIT

Trending di PAPUA BARAT