Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 29 Agu 2025 16:10 WIT

Gubernur Dominggus Mandacan Minta Masyarakat Manokwari Tidak Terprovokasi Kejadian Di Sorong


 Gubernur Dominggus Mandacan Minta Masyarakat Manokwari Tidak Terprovokasi Kejadian Di Sorong Perbesar

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengimbau kepada warga Papua Barat khususnya yang berdomisili di Kabupaten Manokwari agar tidak terprovokasi kejadian di Kota Sorong. Hal tersebut disampaikan Gubernur Dominggus Mandacan kepada wartawan,Kamis (28/8/2025).

Selain sebagai Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga selaku Kepala Suku Besar Arfak mengatakan bahwa unjuk rasa atau demonstrasi tidak dilarang, namun hendaknya dilakukan dengan santun dan baik.

Ia menambahkan mengedepankan dialog saat menyampaikan aspirasi lebih berguna dibandingkan berbuat anarkis karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain, sehingga diharapkan setiap kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi diharapkan dapat dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

” Demo atau sampaikan aspirasi itu tidak dilarang tetapi harus disampaikan dengan baik dan santun, bukan anarkis. Saya himbau agar seluruh warga di Papua Barat untuk tenang dan tidak terprovokasi kejadian Sorong,” imbaunya.

Gubernur Mandacan juga mengungkapkan ada banyak kejadian unjuk rasa yang disusupi oknum tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk menguntungkan kelompoknya, sehingga unjuk rasa yang seharusnya berlangsung damai, berakhir dengan kericuhan.

Ia mencontohkan seperti kejadian 19 Agustus 2019 yang berakhir dengan terbakarnya kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat dan Kantor DPR Papua Barat.

Salah satu contoh demo yang disusupi oknum tidak bertanggung jawab adalah kejadian 19 Agustus 2019 lalu yang menyebabkan terbakarnya Kantor MRPB dan Kantor DPR Papua Barat.

Diharapkan kejadian kerusuhan yang sangat merugikan semua pihak tersebut tidak terulang kembali sehingga Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai imbauan para pemimpin dan para kepala suku agar masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua khususnya di Manokwari sebagai ibukota provinsi.

Sebelumnya diketahui, saat ini situasi kamtibmas di kota Sorong masih belum sepenuhnya kondusif pasca kericuhan yang terjadi sebagai bentuk protes atas pemindahan 4 tahanan kasus makar dari Lapas Sorong ke lapas Manokwari Sulawesi Selatan pada Rabu (27/8/2025) kemarin. (Amstrong Lucas)

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

HUT RI ke-81 Momentum Pemuda Untuk Terus Berkarya Mengisi Pembangunan

18 Agustus 2026 - 04:55 WIT

Remisi HUT Ke-81, Binaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Terima Pengurangan Masa Pidana

17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Gubernur Papua Barat: Remisi Momentum Teguhkan Komitmen Negara Hadir dalam Pembinaan Warga Binaan

17 Agustus 2026 - 12:52 WIT

Dua Remaja Diciduk Jatanras Polda Papua Barat, Diduga Curi Laptop di Sekolah

13 Agustus 2026 - 19:38 WIT

Trending di PAPUA BARAT