MANOKWARI – HUT Bhayangkara ke-77 yang jatuh hari tanggal 1 Juli 2023 bertemakan Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu damai menuju Indonesia maju, dilaksanakan secara meriah bertempat di Arfak Convention hall Mapolda Papua Barat. Turut hadir Penjabat Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuari, Pangkoarmada TNI AL, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kabinda Papua Barat, Pemprov Papua Barat, Tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh wanita juga seluruh jajaran PJU dan personil Polda Papua Barat.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dalam sambutannya menuturkan diusia Polri ke 77 tahun masih banyak hal yang belum maksimal dikerjakan Polri.
“Selaku pimpinan saya menyampaikan permohonan maaf atas layanan kami yang belum sempurna dan saya harapkan kritik juga saran kepada kami agar kami jauh lebih baik”, tutur Kapolda.
Dirinya juga dengan terbuka meminta kritik dan saran guna evaluasi Polri kedepan. “Koreksi dan kritik dapat membuat kami lebih baik, kami juga tidak anti kritik dan masukan. Masyarakat dapat memberi masukan kepada kami, juga mengawasi pelayanan dan kinerja kami”,ujarnya.
Usia ke 77 merupakan usia yang panjang sehingga Polri tidak berpuas diri dan terus berkembang dan memperbaiki diri. Dalam mengamankan masyarakat, Polri tidak bisa sendiri sehingga dibutuhkan kerjasama dari TNI dan instansi lain untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kami kedepan tetap menghadapi tantangan yang terus berkembang. Jenis-jenis kejahatan juga terus berkembang dan canggih oleh karena itu kita harus terus melihat perkembangan ini sebagai tantangan bersama”, kata Silitonga.
Kapolda juga menjabarkan 4 permasalahan yang sering dihadapi untuk perlu perhatian dan fokus lebih dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Masalah kejahatan dalam rumah tangga yang jumlahnya sangat besar. Kejahatan yang menggunakan kekerasan, pembunuhan, penganiayaan, pencurian terjadi dalam angka yang cukup tinggi pula”, paparnya.
Aksi pemalangan juga turut menjadi fokus permasalahan keadaan juga kecelakaan lalu lintas yang akhir-akhir ini memakan banyak korban.
“Unjuk rasa yang berakibat pemalangan, menjadi hal yang baik untuk dibicarakan agar perkembangan ekonomi tidak berdampak”, ucapnya.
“Kecelakaan lalu lintas dimana di Papua Barat dan Papua Barat Daya menyumbang 9-15 korban jiwa akibat kecelakaan”, pungkasnya.
Keempat hal ini terus mewaspadai, sehingga terus menemukan usaha dan cara terbaik untuk menemukan langkah dan jalan agar peristiwa tadi dapat menjadi lebih baik. (ACM_2)






















