MANOKWARI – Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Provinsi Papua Barat menggelar lepas sambut tahun baru 2025, Kamis (9/1/2025) bertempat di Aula Kodim 1801/Manokwari. Acara ini melibatkan Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI), Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri), Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Istri Purnawirawan (Perip), Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (Piveri), Para Pejuang Angkatan 45, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Putra Putri TNI POLRI (FKPPI), Pemuda Panca Marga (PPM) dan Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (HIPAKAD) tingkat Provinsi Papua Barat maupun Manokwari .
Selain itu juga dihadiri Asisten I Setda Papua Barat, perwakilan Kodam XVIII/Kasuari, Polda Papua Barat, Kasdim 1801/Manokwari, dan Kafasharkan Manokwari.

Ketua Dewan Harian Angkatan 45 Papua Barat, Edi Waluyo dalam sambutannya mengatakan dirinya terpaksa menerima mandat sebagai Ketua Dewan Harian Daerah Angkatan 45 karena para senior sudah tidak ada sehingga diminta untuk melanjutkan estafet organisasi angkatan 45, sehingga dirinya kemudian meminta petunjuk kepada pengurus angkatan 45 di Pusat yang kemudian diminta untuk menahkodai organisasi ini.
Pada kesempatan itu, Edi Waluyo berharap kepada Gubernur Papua Barat agar dapat memperhatikan para orang tua atau pensiunan yang telah berjuang demi kemerdekaan khususnya yang berada wilayah Papua Barat.
“ Para pejuang 45, veteran, PPAL, PPAD, PEPABRI, PERIP, FKPPI adalah organisasi para pensiun maupun putra putri pensiunan yang diharapkan dapat terus menjaga silaturahmi antar sesama para pensiunan. Saya titipkan ini kepada Bapak Gubernur agar kami para pensiunan bisa lebih diperhatikan,” ucapnya.

Ketua DHD Angkatan 45 Papua Barat, Edi Waluyo.
Selain itu, setelah menelusuri tentang angkatan 45 di Papua barat, rupanya dirinya mengetahui bahwa dahulu gedung Kanreg XIV BKN merupakan gedung angkatan 45 yang diberikan oleh Gubernur Papua Barat Pertama, Abraham O. Atururi. Untuk itu, dirinya berharap agar gedung tersebut dapat kembali diberikan kepada angkatan 45, agar bisa digunakan sebagai wadah keluarga besar organisasi para pensiunan, veteran maupun organisasi putra-putri pensiunan TNI-Polri.

“ Setelah ditunjuk sebagai Ketua Angkatan 45, saya telusuri ternyata gedung Kanreg BKN Papua Barat yang sekarang ini, dulunya merupakan Gedung Juang 45 di jaman Gubernur Abraham Atururi. Oleh sebab itu, saya berharap gedung itu kembali diberikan kepada kami agar bisa digunakan. Jadi semua organisasi pensiunan, veteran dan putri putri pensiunan ini berkumpul jadi satu disitu. Ini yang ingin saya sampaikan kepada Gubernur Papua Barat agar menjadi perhatian.
Sementara Pj. Gubernur Papua Barat dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus Setda Papua Barat, Syors Marini mengatakan di tengah dinamika pembangunan dan tantangan global yang semakin kompleks, dewan harian daerah angkatan 45 diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan mempertahankan nilai-nilai perjuangan 45.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otsus Setda Papua Barat, Syors Marini.
Selain itu melakukan pembinaan dan pewarisan nilai-nilai kejuangan kepada generasi muda di era digital dan globalisasi yang telah membawa perubahan signifikan pada pola pikir dan perilaku generasi muda. Dewan harian daerah angkatan 45 memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa semangat patriotisme dan nasionalisme tetap terpelihara dalam sanubari generasi penerus bangsa.

“ Saya juga ingin mengajak seluruh komponen masyarakat Papua Barat untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, semangat persatuan gotong-royong dan pengertian kepada bangsa dan negara harus terus kita tumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.

Acara lepas sambut Dewan Harian Daearah Angatan 45 Provinsi Papua Barat turut dimeriahkan dengan berbagai tarian adat yakni tarian adat pangkur sagu binaan sanggar LPP Pingkan, dance putra putri FKPPI cilik, tari Prahu Layar dari Ibu-ibu Perip Papua Barat dan penampilan tari anggota FKPPI Manokwari. (ACM)






















