Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

PAPUA BARAT · 29 Agu 2025 16:10 WIT

Gubernur Dominggus Mandacan Minta Masyarakat Manokwari Tidak Terprovokasi Kejadian Di Sorong


 Gubernur Dominggus Mandacan Minta Masyarakat Manokwari Tidak Terprovokasi Kejadian Di Sorong Perbesar

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengimbau kepada warga Papua Barat khususnya yang berdomisili di Kabupaten Manokwari agar tidak terprovokasi kejadian di Kota Sorong. Hal tersebut disampaikan Gubernur Dominggus Mandacan kepada wartawan,Kamis (28/8/2025).

Selain sebagai Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga selaku Kepala Suku Besar Arfak mengatakan bahwa unjuk rasa atau demonstrasi tidak dilarang, namun hendaknya dilakukan dengan santun dan baik.

Ia menambahkan mengedepankan dialog saat menyampaikan aspirasi lebih berguna dibandingkan berbuat anarkis karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain, sehingga diharapkan setiap kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi diharapkan dapat dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

” Demo atau sampaikan aspirasi itu tidak dilarang tetapi harus disampaikan dengan baik dan santun, bukan anarkis. Saya himbau agar seluruh warga di Papua Barat untuk tenang dan tidak terprovokasi kejadian Sorong,” imbaunya.

Gubernur Mandacan juga mengungkapkan ada banyak kejadian unjuk rasa yang disusupi oknum tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk menguntungkan kelompoknya, sehingga unjuk rasa yang seharusnya berlangsung damai, berakhir dengan kericuhan.

Ia mencontohkan seperti kejadian 19 Agustus 2019 yang berakhir dengan terbakarnya kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat dan Kantor DPR Papua Barat.

Salah satu contoh demo yang disusupi oknum tidak bertanggung jawab adalah kejadian 19 Agustus 2019 lalu yang menyebabkan terbakarnya Kantor MRPB dan Kantor DPR Papua Barat.

Diharapkan kejadian kerusuhan yang sangat merugikan semua pihak tersebut tidak terulang kembali sehingga Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai imbauan para pemimpin dan para kepala suku agar masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua khususnya di Manokwari sebagai ibukota provinsi.

Sebelumnya diketahui, saat ini situasi kamtibmas di kota Sorong masih belum sepenuhnya kondusif pasca kericuhan yang terjadi sebagai bentuk protes atas pemindahan 4 tahanan kasus makar dari Lapas Sorong ke lapas Manokwari Sulawesi Selatan pada Rabu (27/8/2025) kemarin. (Amstrong Lucas)

Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Plt.Kakanwil Kemenag PB Apresiasi Tiga Event Keagamaan Berjalan Lancar, Bukti Kerukunan Umat Terjaga

13 Juli 2026 - 07:18 WIT

3 Tahun, 22 Guru SMA Kasuari Nusantara dan SMANKOR Tidak Terima Tunjangan & Tidak Naik Pangkat

10 Juli 2026 - 21:17 WIT

Beasiswa 1.950 Mahasiswa Asli Papua Program Papua Barat Cerdas Siap Disalurkan

10 Juli 2026 - 20:15 WIT

Gubernur Mandacan Gelar Rakor OPD Bahas Percepatan Realisasi Program 3PB

10 Juli 2026 - 19:09 WIT

Belanja Pegawai Pemprov Papua Barat Aman Dikisaran 30% Sesuai UU No.1 Tahun 2022

8 Juli 2026 - 03:56 WIT

Memimpin 2 Periode, Gubernur Dominggus Mandacan Dominggus Hasilkan 2.582 Honorer Jadi ASN Pemprov PB

7 Juli 2026 - 21:13 WIT

Trending di PAPUA BARAT