MANOKWARI – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengimbau kepada warga Papua Barat khususnya yang berdomisili di Kabupaten Manokwari agar tidak terprovokasi kejadian di Kota Sorong. Hal tersebut disampaikan Gubernur Dominggus Mandacan kepada wartawan,Kamis (28/8/2025).
Selain sebagai Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga selaku Kepala Suku Besar Arfak mengatakan bahwa unjuk rasa atau demonstrasi tidak dilarang, namun hendaknya dilakukan dengan santun dan baik.
Ia menambahkan mengedepankan dialog saat menyampaikan aspirasi lebih berguna dibandingkan berbuat anarkis karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain, sehingga diharapkan setiap kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi diharapkan dapat dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
” Demo atau sampaikan aspirasi itu tidak dilarang tetapi harus disampaikan dengan baik dan santun, bukan anarkis. Saya himbau agar seluruh warga di Papua Barat untuk tenang dan tidak terprovokasi kejadian Sorong,” imbaunya.
Gubernur Mandacan juga mengungkapkan ada banyak kejadian unjuk rasa yang disusupi oknum tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk menguntungkan kelompoknya, sehingga unjuk rasa yang seharusnya berlangsung damai, berakhir dengan kericuhan.
Ia mencontohkan seperti kejadian 19 Agustus 2019 yang berakhir dengan terbakarnya kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat dan Kantor DPR Papua Barat.
Salah satu contoh demo yang disusupi oknum tidak bertanggung jawab adalah kejadian 19 Agustus 2019 lalu yang menyebabkan terbakarnya Kantor MRPB dan Kantor DPR Papua Barat.
Diharapkan kejadian kerusuhan yang sangat merugikan semua pihak tersebut tidak terulang kembali sehingga Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh masyarakat untuk menghargai imbauan para pemimpin dan para kepala suku agar masyarakat dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua khususnya di Manokwari sebagai ibukota provinsi.
Sebelumnya diketahui, saat ini situasi kamtibmas di kota Sorong masih belum sepenuhnya kondusif pasca kericuhan yang terjadi sebagai bentuk protes atas pemindahan 4 tahanan kasus makar dari Lapas Sorong ke lapas Manokwari Sulawesi Selatan pada Rabu (27/8/2025) kemarin. (Amstrong Lucas)






















