Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 26 Sep 2023 21:23 WIT

Hadiri Fordasi 2023, Ini Harapan Delapan Pejabat Daerah Khusus Indonesia


 Hadiri Fordasi 2023, Ini Harapan Delapan Pejabat Daerah Khusus Indonesia Perbesar

MANOKWARI – Hadiri Forum Desentralisasi Asimetris Indoneisa (Fordasi) Papua Barat tahun 2023, delapan pejabat daerah kekhususan memiliki harapan agar kegiatan ini dapat menghasilkan gagasan guna kesejahtraan Masyarakat di masing-masing daerah dari Kerjasama yang dilakukan.

Ke-8 pejabat daerah tersebut berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya yang hadir langsung dalam pembukaan Fordasi dikantor Gubernur Papua Barat, Selasa (26/9/2023).

Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam yang diwakili Asisten I Setda Aceh Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Azwardi Abdullah menyampaikan bahwa Fordasi menjadi sarana komunikasi antara daerah yang berstatus khusus. Tak hanya silaturahmi tapi juga menjadi wadah kolaborasi bersama.

“Fordasi merupakan ajang bersilaturahmi, bertukar pikiran dan gagasan untuk melangkapi ide yang ada untuk kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing”, ujarnya.

Gubernur DKI Jogjakarta yang diwakili Plt. Asisten 3 Aris Eko Nugroho menyampaikan daerah desentralisasi ini membuka ruang untuk mengakomodasi keberagaman dan mengatasi permasalah yang ada di daerah.

“Ini adalah reaktualisasi kebhinekaan, dimana ada 9 daerah khusus dimana disentralisasi membuka ruang untuk mengakomodasi kebergaman. Fordasi ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan dasar rakyat”, tuturnya.

Plt. Gubernur DKI Jakarta yang diwakili Karo Pemerintah DKI Jakarta Fredy Setiawan menyampaikan melalui Fordasi dapat bertranformasi juga bertukar pikiran untuk memajukan daerah.

“Banyak potensi produk unggulan sehingga dapat saling membantu dan kolaborasi untuk kemajuan daerah masing-masing. Kita berharap agenda yang di siapkan dapat merumuskan rekomendasi yang baik”, harapnya.

 

Plt. Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo menyampaikan bahwa daerah siap melaksanakan tugas yang diberikan negara semaksimal mungkin demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai daerah yang diberi kekhususan, kami akan memanfaatkan kegiatan ini lewat pertukaran ide dan gagasan untuk kesejahteraan bersama”, ajaknya.

Plt. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sebagai daerah otonomi baru siap bersama-sama berkontribusi memajukan daerah istimewa dalam Fordasi Papua Barat 2023.

“Kerjasama antar daerah khusus perlu diciptakan dan ditingkatkan karena kita memiliki potensi juga kekurangan, sehingga kolaborasi sangat penting untuk saling mendorong untuk kesejahteraan yang dicita-citakan”, tuturnya.

Gubernur Papua yang diwakili Kepala Bappeda Yohanes Walilo menyampaikan dukungan atas terselenggaranya Fordasi Papua Barat 2023. Tak hanya silaturahmi juga kolaborasi guna pembangunan daerah.

“Lewat momentum ini mari kita ciptakan hal yang baik setelah dilakukan pemekaran untuk pembangunan daerah Papua menjadi 6 provinsi. Kami mendukung pelaksanaan kegiatan ini dan hasilnya akan sama-sama dilaksanakan untuk kemajuan tanah Papua”, ungkapnya.

Plt, Gubernur Papua Tengah yang diwakili Karo Kesra Ansilius mengungkapkan ada banyak kendala dari penanganan pembangunan yang dilaksanakan namun hal ini untuk saling dibicarakan utnuk perkembangan semua daerah Papua dan daerah istimewa.

“Fordasi adalah kekuatan untuk membicarakan dari segala bidang, termasuk kemiskinan juga pengangguran, sehingga apa yang dihasilkan dapat dibawa pulang dan disosialisasikan dalam mengambangkan daerah kita”, ungkapnya.

Pj. Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat mengatakan pentingnya Fordasi ini guna sinergitas dan kolaborasi mendorong kemajuan daerah.

“Kesatuan dan persatuan menjadi komitmen dan kekuatan kita tanpa mengesampingkan budaya dan suku untuk membangun daerah yang ada di tanah Papua”,ucapnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT