MANOKWARI – Menjelang pesta demokrasi pemilu 2024, Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap, tegaskan agar prajurit TNI bersikap netral, dan jika ingin ikut berpolitik untuk dapat mundur dari satuan dinas.
Hal tersebut disampaikan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap, saat peringatan HUT ke-78 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kamis (5/10/2023).
Dirinya yang baru menjabat Agustus lalu, turut menyampaikan, menjelang pesta demokrasi, sebagaimana arahan Panglima TNI bahwa seluruh prajurit TNI harus berikap netral dan tidak memberi pengaruh kepada masyarakat maupun menerima pengaruh dari luar.
“Menjelang pemilu sudah jelas aturannya dan jelas perintahnya TNI itu adalah netral”, ucapnya.
Pangdam menyampaikan lima poin yang harus diperhatikan dalam menjaga netralitas dalam Pilkada mendatang, terutama memberikan penekanan kepada anggota TNI yang mau terjun dalam dunia politik dan ikut mencalonkan diri agar dapat mundur dari satuan.

“Ada 5 poin yang telah disampaikan di antaranya tidak boleh berpihak, tidak boleh meminjamkan peralatan militernya, tidak boleh mengarahkan memilih terhadap istri-istri, apabila mau menjadi caleg harus mengundurkan dirinya dari dinas satuan “, jelas Ilyas.
“Dalam HUT TNI ke-78,tentunya saya tetap berfokus pada tugas pokok yaitu menjaga keutuhan wilayah, yang bersinergitas juga dengan Polri dan unsur yang lainnya bersama-sama untuk menjaga Papua Barat”, tutup Pangdam XVIII Kasuari. (ACM_2)






















