MANOKWARI – Dugaan pemerasan oknum Kejaksaan Negeri Manokwari menjadi perhatian Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat untuk mengevaluasi kinerja internal dan melakukan bersih-bersih bagi seluruh jajaran baik di internal Kejaksaan Tinggi hingga Kejaksaan Negeri.
Video dugaan pemerasan yang sempat viral di media sosial pada 28 Juni lalu, berisikan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Jaksa dan pegawai di Kejaksaan Negeri Manokwari.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Harli Siregar menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi awal untuk kembali melakukan evaluasi kinerja dari seluruh jajaran Adhyaksa di Papua Barat.
“Ini menjadi momen untuk melakukan bersih-bersih karena di tengah pimpinan yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam pelayanan publik masih ada oknum yang menyalahgunakan jabatan”, ujarnya.
Walaupun peristiwa ini sudah berlangsung lama tetap menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Dari peristiwa ini tindakan tegas sudah dilakukan dengan menarik Jaksa yang diduga melakukan pemerasan untuk dilakukan pemeriksaan.
“Pemeriksaan akan dilakukan secara intensif untuk melihat substansi terhadap peristiwa yag sebenarnya, dimana yang viral masih dari satu pihak. Kita akan lakukan pemeriksaan bukti hari ini”, jelas Harli.
Jika diperlukan, pihak Kejaksaan akan menhadirkan pengunggah video tersebut untuk mendapat keterangan lebih banyak, dengan menjamin keselamatan dan keamanan pelapor.
“Kita akan lihat perkembangannya, kami akan melakukan konsolidasi mengenai perkara yang sedang ditangani, isu yang berkembang juga dan kami berkomitmen untuk menuntaskan perkara yang ditangani kejaksaan,” ujar Kajati.
“Semua pihak akan kita panggil terkait hal ini, dimana ini merupakan ranah pidum ,” sambungnya.
Pada Peraturan Perundang-undangan nomor 94 tentang disiplin pegawai sehingg dugaan pemerasan oleah oknum akan mendapat hukuman yang sesuai dengan pelanggarannya. (ACM_2)






















