MANOKWARI – Kepala BKKBN Papua Barat, Pilmona Yarolo mengatakan Hari Kontrasepsi sedunia 26 September 2024 dijadikan sebagai momentum membangun komitmen dalam pencapaian pembangunan keluarga secara menyeluruh.
Selain itu melalui momentum Hari kontrasepsi ini juga sebagai ajang meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat di Indonesia dan di semua lini terkait dengan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, serta meningkatkan layanan cakupan KB.
Hari Kontrasepsi sedunia, BKKBN melakukan pelayanan KB diseluruh Indonesia dengan target yang ditentukan secara nasional. Untuk Provinsi Papua Barat 3.266 akseptor dengan pelayanan KB untuk semua jenis alat kontrasepsi.
“ Baik metode kontrasepsi jangka panjang, IUD, Implan, MOW, MOP, tetapi juga non MKPJ seperti pil, suntik dan kondom, Dari target 2.366 ini, untuk Papua Barat sebanyak 1.564 akseptor dan Papua Barat Daya sebanyak 1.702,” terang Philmona, Rabu (25/9/2024) di Aula kantor BKKBN Perwakilan Papua Parat.
Ia menambahkan pelayanan KB dalam rangka hari kontrasepsi dilaksanakan 10 hari sejak tanggal 10 – 20 September plus 3 hari untuk penginputan. Pelayanan KB ini atas kerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten /kota serta mitra Kerja BKKBN yakni Ikatan Dokter Indonesia(IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) yang ada.
Dari target 3.266 Pelayanan KB yang dilakukan di dua provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya mencapai 148,44% atau berada pada capaian 10 besar terbaik se-Indonesia.
“ Capaian ini patut disyukuri sebab melalui hari kontrasepsi 2024 dapat meningkatkan cakupan pelayanan KB yang menjadi target di Provinsi Papua Barat maupun Papua Barat Daya tetapi juga untuk meningkatkan indikator kinerja utama yaitu keikutsertaan ber KB dan kepesertaan yang mana di Papua Barat dan Papua Barat Daya masih rendah“ tutupnya. (ACM_3)






















