MANOKWARI – Kejadian keracunan makanan bergizi gratis yang merupakan program pemerintah pusat kepada para siswa-siswi di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga SMA dan SMK yang marak terjadi akhir-akhir ini di berbagai daerah di tanah air yang terbaru terjadi di SD Inpres 45 Arowi Kabupaten Manokwari mengundang keprihatinan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengatakan peristiwa keracunan makanan bergizi gratis di sekolah seharusnya tidak perlu terjadi jika para pihak khususnya yang menyiapkan dan menyajikan MBG tersebut lebih teliti dan safety sehingga menghindarkan terjadinya peristiwa keracunan makanan.
Walau tidak mengetahui secara pasti penyebab para siswa sakit perut hingga di larikan ke rumah sakit usai menyantap makanan bergizi gratis di sekolahnya, namun Barnabas Dowansiba mengatakan akibat dari peristiwa yang sempat viral di media social, telah memberi dampak serius pada timbulnya trauma dan ketakutan baik orangtua maupun para siswa untuk kembali makan makanan bergizi gratis tersebut.
“ Padahal program MBG merupakan program yang sangat bagus dari pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekaligus menekan pengeluaran orangtua bagi jajan anak-anak mereka yang bersekolah, mohon yang mengelola program ini bisa melakukan evaluasi,” harapnya.
Ditambahkannya untuk mencegah terulangnya kejadian keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di berbagai sekolah khususnya yang ada di Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengharapkan para pihak yang mengelola program tersebut untuk melakukan evaluasi menyeluruh sehingga program pemerintah ini dapat kembali dilaksanakan dan mendapat penerimaan dari orangtua dan para murid di sekolah. (Lucas Jooztensz)






















